Selasa 27 Jan 2015 13:31 WIB

Ahok: Perjanjian Pemprov DKI Banyak yang Aneh!

Rep: C97/ Red: Winda Destiana Putri
Tiang-tiang penyangga monorail terbengkalai akibat proyek terhenti
Foto: Adi Pontoh
Tiang-tiang penyangga monorail terbengkalai akibat proyek terhenti

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Basuki Tjahja Purnama mengatakan bahwa perjanjian Pemerintah Provinsi banyak yang aneh.

Ia menyebutkan Monorail, Air Minum, dan Tanah Abang sebagai contoh kontrak kerja yang janggal. "Perjanjian di DKI itu banyak yang aneh-aneh. Enggak jelas," tutur Ahok, Selasa (27/1).

Salah satu yang paling parah adalah perjanjian pembangunan monorail. Sampai saat ini pihak pengembang enggan menunjukkan bukti penggunaan dana 30 persen. Padahal Gubernur sudah memintanya.

Ahok menyampaikan bahwa ia akan segera mengirimkan surat balasan pada pengembang. Ketidakjelasan tersebut salah satunya menyebabkan keberadaan tiang bangunan yang terkatung-katung. Ahok sendiri bingung apakah akan membongkarnya atau tidak.

"Mereka bangun tiang di tanah kita. Kalau tidak beres seharusnya bisa kita sita kan," katanya. Ahok menyampaikan perlu kajian hukum yang khusus untuk memutuskan pembongkaran. Sebab semua perjanjian monorail tidak jelas. Ia menambahkan, jika pekerjaan monorail batal seharusnya tiang bisa dibongkar.

Adapun perjanjian aneh lainnya seperti tentang air minum. Dimana Pemprov DKI harus menanggung 22 persen modal jika perusahaan pengelola mengalami untung. Dan harus menanggung semua modal jika mengalami kerugian.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement