REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Tim Disaster Victim Identification (DVI) telah mendapatkan seluruh data ante mortem penumpang dan awak pesawat Air Asia QZ 8501, yang mengalami kecelakaan di perairan Selat Karimata, Kalimantan Tengah pada 28 Desember 2014.
"Data ante mortem sudah lengkap semuanya berjumlah 162 orang," ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Awi Setiyono.
Awi mengatakan pihak DVI mendapat bantuan dari Interpol untuk mendapatkan data ante mortem co pilot Air Asia, Remi Emanuel Plesel yang merupakan warga negara Prancis. Tim DVI sebelumnya sempat kesulitan mendapatkan data tersebut karena keluarga Remi berada di Kepulauan Karibia.
"Kita dibantu Interpol untuk mendapatkan data ante mortem co pilot Remi Emanuel, termasuk sampel DNA-nya juga sudah. Alhamdulillah sekarang sudah sampai dan sudah lengkap, sehingga bisa dilanjutkan ke proses berikutnya," jelasnya.
Seperti diketahui, pesawat Air Asia QZ 8501 mengalami kecelakaan dalam penerbangan dari Surabaya menuju Singapura pada 28 Desember 2014. Hingga hari ke-8, operasi pencarian pesawat tim SAR gabungan telah berhasil menemukan 34 jenazah penumpang dan kru pesawat. Delapan jenazah sudah berhasi diidentifikasi dan diserahkan ke keluarga korban.
Sementara pencarian badan pesawat Air Asia hingga saat ini masih dilakukan. Meski tim gabungan berhasil menemukan objek besar yang diduga badan pesawat, namun tim belum bisa melakukan pencarian karena buruknya kondisi cuaca.