Ahad 30 Nov 2014 14:01 WIB

Menteri Susi tak Mau Diwawancara Lagi?

Rep: c85/ Red: Esthi Maharani
Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti
Foto: ROL/Fian Firatmaja
Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengancam tidak mau diwanwancara. Bahkan, Menteri Susi juga mengancam akan mem-black list media yang tidak mau melakukan permintaannya.

Susi punya permintaan agar media ikut terlibat dan mempromosikan kampanye dan program "Gemar Makan Ikan" yang sedang giat dilakukan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan.

"Kita akan kampanyekan 'Gemar Makan Ikan' dan yang paling bisa mengerjakan itu anda semua (media). Media harus bikin satu menit sehari, bilang makan ikan sehat. Makan ikan manusia indonesia hebat. Kalau nanti nda mau begitu, saya nda mau diwawancara," ujar Susi, Ahad (30/11).

Hari Ikan Nasional dirayakan untuk pertama kalinya pada tahun ini. Peringatan ini demi menggalakkan lagi konsumsi ikan nasional yang saat ini masih tergolong rendah.

Berdasarkan catatan KKP, konsumsi ikan Indonesia masih 35 kg perkapita per tahunnya atau 60-70 gram perharinya. Angka ini masih jauh dari rata-rata dunia yang konsumsi ikan rata-ratanya 115 gram perharinya.

Untuk itu, Susi mendorong seluruh pihak, khususnya awak media untuk ikut ambil bagian dalam mengkampanyekan konsumsi ikan.

"Saya bilang , media anda semua punya pekerjaan terdepan, semua harus mengkampenyakan satu menit sehari harus ada kampanye makan ikan. Manusia indonesia hebat. Saya blacklist wawancaranya kalau tidak," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement