REPUBLIKA.CO.ID, MANILA -— Adeline Suwono merupakan pemuda Indonesia yang istimewa. Atas upaya penyelamatan lingkungan bersama “Sahabat Alam”, pada 2014 penghargaan Internasional berhasil disabetnya. Konsistensinya terhadap alam itu sudah mulai dirintis sejak berusia 14 tahun. Ia memiliki kepekaan terhadap lingkungan dengan melakukan aksi nyata dalam upaya penyelamatan lingkungan.
Adeline mengawali aksinya di 2008. Bermula ketika banjir besar melanda Jakarta dan memaksa ia dan keluarganya mengungsi. Ia kemudian mencari tahu penyebab banjir besar yang dahulu menggenangi Jakarta setiap lima tahun sekali.
Beragam jawaban pun ditemukannya. Dari mulai penyebab sampah hingga perubahan iklim. Sejak saat itulah dia kemudian membentuk organisasi non-profit bernama Sahabat Alam. Bersama dengan teman-temannya, gadis yang ketika itu masih berumur 12 tahun tersebut memulai kegiatan pertamanya, yaitu menanam mangrove di pesisir Jakarta. Kala itu, ia berhasil mengajak sekitar 150 teman-teman sekolahnya untuk menanam mangrove dan pelestarian koral di di perairan Kepulauan Seribu.
Sahabat Alam ia dirikan, untuk mengajak anak-anak dan remaja dalam menanamkan rasa sayang dan peduli terhadap alam dan lingkungan hidup. Tak hanya anak Jakarta saja. Adeline ingin anak-anak dari penjuru tanah air, bahkan dunia, untuk menjadi satu keluarga besar Sahabat Alam tanpa adanya batas jarak dan perbedaan bahasa.
Sejalan dengan semangatnya yang terus berkobar, Sahabat Alam pun terus berkembang dari tahun ke tahun. Beragam kegiatan sudah dilakukan diantaranya konservasi penyu sisik, konservasi terumbu karang, wisata edukasi ke daerah konservasi dan membersihkan pantai secara berkala.
Tak ketinggalan, kampanye dan edukasi kepada anak-anak muda pun dilakukan. Agar mereka giat menanam pohon, membuat lubang biopori serta sederet kegiatan tingkat nasional dan internasional. “Sebagai anak muda mari kita tunjukan kecintaan lingkungan melalui aksi. Dunia internasional sudah melihat secara serius gerakan yang dibuat oleh anak-anak muda,” kata Adeline.




