REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -– Politikus Partai Golkar Tantowi Yahya berharap tidak ada pembentukan DPP Partai Golkar tandingan. Tidak ada tradisi tandingan dalam Partai Golkar.
Menanggapi ancaman sejumlah kader yang mengancam akan membuat DPP Golkar Tandingan jika pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Golkar IX tidak demokratis, Tantowi Yahya berharap agar hal itu tidak terjadi. “Saya harap itu tidak terbentuk,” ujar Tantowi, Ahad (23/11).
Tantowi juga berharap agar semua kader masih menyayangi dan menjaga persatuan dalam partai berlogo pohon beringin ini. Ia yakin setiap permasalahan yang tengah dihadapi dalam internal Partai Golkar ini dapat diselesaikan dengan cara-cara yang lebih baik. “Saya yakin semua perbedaan masih bisa diselesaikan dalam koridor peraturan yang ada,” jelas Tantowi.
Tantowi juga optimistis jika Musyawarah Nasional (Munas) Golkar IX ini dapat berjalan dengan demokratis seperti yang diinginkan oleh Agun maupun kader Golkar lainnya. Karena itu, nantinya pelaksanaan Munas Golkar ini akan mengacu pada konstitusi partai dan keputusan serta kesepakatan yang telah diambil dalam rapat-rapat sebelumnya. “Insya Allah bisa diterima (oleh semua pihak),” terang Tantowi.
Sebelumnya, politikus senior Golkar mengancam akan membentuk DPP tandingan jika Munas Golkar IX berlangsung dengan tidak demokratis. Jika terjadi ketimpangan dalam penyelenggaraan Munas Golkar, Agun Gunandjar menyatakan akan membentuk DPP tandingan bersama dengan para inisiator gerakan Golkar dan tujuh bakal calon ketua umum.