Sabtu 25 Oct 2014 13:00 WIB

Jokowi Diharapkan Pilih Menteri Berpihak pada Konsep Trisakti

  Presiden Jokowi menyapa para pendukungnya pada Konser Salam 3 Jari di lapangan Monumen Nasional, Jakarta, Senin (20/10) malam.   (Republika/Yasin Habibi)
Presiden Jokowi menyapa para pendukungnya pada Konser Salam 3 Jari di lapangan Monumen Nasional, Jakarta, Senin (20/10) malam. (Republika/Yasin Habibi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Relawan Joko Widodo (Jokowi) yang tergabung dalam komunitas situs Kawalmenteri.org meminta Presiden Jokowi untuk tidak memilih menteri yang tak berpihak pada Konsep Trisakti Bung Karno.

“Kami meminta Jokowi untuk menyingkirkan calon menteri yang tidak pro Trisakti,” kata Koordinator Kawalmenteri.org Michael Sabastian Prihartono melalui pesan singkatnya kepada Republika, Sabtu (25/10).

Menurut Michael, salah satu nama calon menteri yang diduga tidak berpihak pada Konsep Trisakti adalah Rini Soemarno yang juga merupakan Ketua Tim Transisi Jokowi-JK. Ia menilai, Rini memiliki pandangan neo liberal dan itu bertentangan dengan semangat Konsep Trisakti Bung Karno yakni berdaulat secara politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam budaya.

Selain itu, ia menilai bahwa Rini saat menjadi menteri perdagangan pada era Megawati Soekarnoputri, tidak menunjukkan prestasinya. Pada pekan lalu, Nama Rini memang santer disebut-sebut berbagai media sebagai calon menteri. Ia disebut akan menduduki sebagai caon menteri BUMN.

Kabinet Trisakti merupakan nama yang diusulkan oleh PDI Perjuangan pada Rakernas IV September lalu. Usulan nama yang usulkan dari partai pengusung utama Jokowi-JK tersebut terinspirasi dari ajaran Bung Karno untuk menjadikan Indonesia disegani di mata dunia. Adapun tiga poin utamanya yaitu berdaulat secara politik yang berarti pemerintah Indonesia tak ditekan oleh pihak asing.

Selain itu, mandiri secara ekonomi yang berarti Indonesia berusaha untuk meminimalisir peminjaman hutang dan tidak pro kepada kapitalisme. Terakhir, berkepribadian secara budaya yang berarti bangsa Indonesia harus mengutamakan budaya sendiri bukan meniru-niru secara mentah-mentah budaya asing.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement