Sabtu 25 Oct 2014 15:45 WIB

Disebut Jadi Menteri, Teras Narang Pilih Jadi Gubernur

Teras Narang (kanan)
Foto: Arianto/Antara
Teras Narang (kanan)

REPUBLIKA.CO.ID, PALANGKARAYA -- Nama Gubernur Kalimantan Tengah, Agustin Teras Narang, turut disebut pula sebagai salah satu menteri dalam kabinet Jokowi-JK. Ia namun menegaskan akan menuntasnya tugasnya hingga 2015.

"Ibu Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri juga meminta saya untuk menuntaskan jabatan itu. Saya selalu siap melaksanakannya," katanya di Palangka Raya, Sabtu (25/10).

Orang nomor satu di provinsi berjuluk "Bumi Tambun Bungai" itu digadang-gadang akan menempati posisi Menteri Dalam Negeri.

Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) ini namun mengaku tidak mempermasalahkan jika belum diberikan kesempatan masuk dalam jajaran Jokowi-JK.

 

"Saya akan tetap berbuat yang terbaik bagi kemajuan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Indonesia, khususnya Kalteng, sekalipun tidak sebagai pejabat negara," kata Teras Narang.

Beberapa waktu lalu, para tokoh suku Dayak se Kalimantan saat memeringati rapat Damai Tumbang Anoi, meminta dan akan rekomendasi Teras Narang agar masuk dalam jajaran pemerintahan Jokowi-JK. Namun, mantan Anggota DPR RI dua periode itu menolak niat para tokoh Suku Dayak tersebut, dan menegaskan bahwa jabatan tidak perlu dikejar karena merupakan amanah serta kepercayaan dari Presiden.

"Jabatan Menteri itu merupakan pembantu Presiden dalam mempercepat pembangunan dan mensejahterakan rakyat. Tidak perlu lah membuat rekomendasi," kata dia.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Apakah internet dan teknologi digital membantu Kamu dalam menjalankan bisnis UMKM?

  • Ya, Sangat Membantu.
  • Ya, Cukup Membantu
  • Tidak
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
كَانَ النَّاسُ اُمَّةً وَّاحِدَةً ۗ فَبَعَثَ اللّٰهُ النَّبِيّٖنَ مُبَشِّرِيْنَ وَمُنْذِرِيْنَ ۖ وَاَنْزَلَ مَعَهُمُ الْكِتٰبَ بِالْحَقِّ لِيَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ فِيْمَا اخْتَلَفُوْا فِيْهِ ۗ وَمَا اخْتَلَفَ فِيْهِ اِلَّا الَّذِيْنَ اُوْتُوْهُ مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَتْهُمُ الْبَيِّنٰتُ بَغْيًا ۢ بَيْنَهُمْ ۚ فَهَدَى اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لِمَا اخْتَلَفُوْا فِيْهِ مِنَ الْحَقِّ بِاِذْنِهٖ ۗ وَاللّٰهُ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ
Manusia itu (dahulunya) satu umat. Lalu Allah mengutus para nabi (untuk) menyampaikan kabar gembira dan peringatan. Dan diturunkan-Nya bersama mereka Kitab yang mengandung kebenaran, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Dan yang berselisih hanyalah orang-orang yang telah diberi (Kitab), setelah bukti-bukti yang nyata sampai kepada mereka, karena kedengkian di antara mereka sendiri. Maka dengan kehendak-Nya, Allah memberi petunjuk kepada mereka yang beriman tentang kebenaran yang mereka perselisihkan. Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus.

(QS. Al-Baqarah ayat 213)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement