Selasa 14 Oct 2014 08:42 WIB

Mbah Rono Terima Penghargaan dari BNPB

Rep: Antara/ Red: Indah Wulandari
Surono
Surono

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan penghargaan Pengabdian Insan Kemanusiaan Dharma Widya Argya kepada Kepala Badan Geologi Dr Surono atas jasanya untuk penanggulangan bencana erupsi gunung api.

"Selain kepada Mbah Rono atau Dr Surono penghargaan ini juga diberikan kepada Dr Sri Woro B Harijono mantan Kepala BMKG, untuk pengabdiannya dalam penanggulangan bencana hidrometeorologi," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Selasa (14/10).

Penghargaan diberikan oleh Kepala BNPB Dr Syamsul Maarif dalam Malam Anugerah Tangguh Award 2014 pada Senin (13/10) malam di Bengkulu.

Ia menuturkan Mbah Rono telah mendedikasikan ilmu pengetahuan yang dimilikinya untuk tugas kemanusiaan dalam penanggulangan bencana terkait erupsi gunung api selama 30 tahun.

Sedangkan Bu Woro, kata dia, telah berhasil membangun InaTEWS, Indonesia Tsunami Early Warning System yakni sistem peringatan dini meteorologi, klimatologi dan geofisika yang terkait bencana disampaikan dengan dengan cepat dan akurat.

Penghargaan Tokoh Inspiratif  Reksa Utama Anindha diberikan kepada Irjen Pol Condro Kirono, atas jasa dan pengabdiannya dalam penegakan hukum saat kebakaran hutan dan lahan di Riau pada saat menjabat sebagai Kapolda Riau tahun 2013-2014.

Penghargaan serupa diberikan kepada Ngaseri, Camat Ngancar, Kediri yang sukses mengevakuasi 86.000 jiwa warganya saat letusan Gunung Kelud.

Di Sinabung, Pendeta Agustinus Purba, banyak berperan membantu menangani pengungsi Sinabung hingga saat ini. Bantuan diberikan kepada pengungsi dengan tulus dan tanpa membedakan agama.

Masyarakat banyak yang Penghargaan juga diberikan kepada Radio Komunitas Kelud FM atas jasanya menyebarluaskan informasi erupsi Gunung Kelud secara terus menerus.

Pemilihan Tokoh Inspiratif dilakukan berdasarkan usulan dari berbagai pihak. Ada 527 nominator yang telah diseleksi oleh dewan juri secara ketat.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement