REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Roby Arya Brata, menyarankan ke depannya agar proses pemilihan calon pimpinan KPK tidak lagi di DPR. Ia mengatakan, perlu ada lembaga pengawas yang independen yang khusus memilih pejabat negara.
"Apalagi proses seleksinya oleh DPR, banyak yang bilang mencibir, jadi itu perlunya dewan pengawas untuk memperkuat KPK untuk menjaga sabotase dari dalam bukan memperlemah," kata Roby, Jumat (10/10).
Menurut pendapat Roby lembaga independen yang mengawasi dan sebagai lembaga yang memilih pejabat publik harus ditempati oleh orang-orang yang memiliki integritas tinggi dan reputasi yang baik.
"Yang penting mereka harus bebas dari unsur politik dan pemerintah yang bersinggungan dengan mereka," ujarnya.
Kata Roby di Hong Kong salah satu lembaganya, masing-masing deputinya diawasi oleh lembaga independen. Kata Roby, satu deputi bisa diawasi oleh tiga anggota dewan pengawas eksternal.




