REPUBLIKA.CO.ID, BALAI KOTA -- Ondel-ondel sekarang tak sebatas dijadikan ikon budaya Betawi. Bila dulu ondel-ondel dijadikan bagian dari acara adat atau kemeriahan masyarakat Jakarta, kini ondel-ondel berubah fungsi sebagai alat untuk mengamen.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan tidak seharusnya ondel-ondel dijadikan alat untuk mengais rezeki. Menurutnya, cara apapun yang dilakukan untuk mengemis di Jakarta tidak dapat dibenarkan.
"Harusnya tidak boleh ya ondel-ondel ini dipakai untuk mengemis. Ini kan bagian dari seni, kalaupun dibina ya harus untuk itu bukan buat minta-minta," ujar Basuki di Balai Kota, Jumat (26/9).
Pada mulanya, ondel-ondel dijadikan sebagai alat yang dipercaya dapat menjaga suatu kampung atau desa dari roh-roh halus oleh para leluhur. Namun, seiring berjalannya waktu, ondel-ondel sering ditampilkan dalam seni pertunjukan rakyat Betawi.
Seperti diberitakan sebelumnya, beberapa budayawan Betawi juga prihatin dengan fenomena ondel-ondel yang mulai berubah fungsi tersebut. Mereka menganggap ondel-ondel yang dipakai mengamen saat ini, sama halnya dengan topeng monyet. Dalam hal itu, monyet seakan dieksploitasi oleh para pemiliknya untuk meminta uang di jalan-jalan Ibu Kota.




