Jumat 26 Sep 2014 10:31 WIB

Ondel-Ondel Dipakai Ngamen, Ahok Tegaskan Tidak Boleh

Rep: C66/ Red: Indira Rezkisari
Ondel-ondel berkeliling Jakarta sebagi pengamen.
Foto: Agung Supriyanto/Republika
Ondel-ondel berkeliling Jakarta sebagi pengamen.

REPUBLIKA.CO.ID, BALAI KOTA -- Ondel-ondel sekarang tak sebatas dijadikan ikon budaya Betawi. Bila dulu ondel-ondel dijadikan bagian dari acara adat atau kemeriahan masyarakat Jakarta, kini ondel-ondel berubah fungsi sebagai alat untuk mengamen.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan tidak seharusnya ondel-ondel dijadikan alat untuk mengais rezeki. Menurutnya, cara apapun yang dilakukan untuk mengemis di Jakarta tidak dapat dibenarkan.

"Harusnya tidak boleh ya ondel-ondel ini dipakai untuk mengemis. Ini  kan bagian dari seni, kalaupun dibina ya harus untuk itu bukan buat minta-minta," ujar Basuki di Balai Kota, Jumat (26/9).

Pada mulanya, ondel-ondel dijadikan sebagai alat yang dipercaya dapat menjaga suatu kampung atau desa dari roh-roh halus oleh para leluhur. Namun, seiring berjalannya waktu, ondel-ondel sering ditampilkan dalam seni pertunjukan rakyat Betawi.

Seperti diberitakan sebelumnya, beberapa budayawan Betawi juga prihatin dengan fenomena ondel-ondel yang mulai berubah fungsi tersebut. Mereka menganggap ondel-ondel yang dipakai mengamen saat ini, sama halnya dengan topeng monyet. Dalam hal itu, monyet seakan dieksploitasi oleh para pemiliknya untuk meminta uang di jalan-jalan Ibu Kota.

Berita Lainnya

Rekomendasi