Kamis 11 Sep 2014 11:24 WIB

Aceh Berambisi Jadi Minapolitan

Rep: Antara/ Red: Indah Wulandari
Sejumlah nelayan membenahi tali jangkar di kapalnya yang berlabuh di Pantai Utara kawasan Eretan, Indramayu, Selasa (26/8). (Republika/Raisan Al Farisi)
Foto: Republika/Raisan Al Farisi
Sejumlah nelayan membenahi tali jangkar di kapalnya yang berlabuh di Pantai Utara kawasan Eretan, Indramayu, Selasa (26/8). (Republika/Raisan Al Farisi)

REPUBLIKA.CO.ID,BANDA ACEH--Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh, mencetuskan program minapolitan untuk mendorong kemajuan pembangunan daerah khususnya di sektor perikanan dan kelautan.

“Sasaran utama pengembangan program minapolitan tersebut adalah sektor perikanan laut dan budi daya ikan air tawar,” urai Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Selatan, Cut Yusminar di Tapaktuan, Kamis (11/9).

Ia mengatakan, untuk menyukseskan program tersebut, telah ditetapkan zonasi pembagian wilayah yang meliputi wilayah Kluet Raya ditetapkan sebagai zona pengembangan ikan air tawar dan wilayah Tapaktuan sampai Labuhan Haji sebagai zona pengembangan perikanan laut.

Ditetapkannya wilayah Kluet Raya yang meliputi lima kecamatan masing-masing Kecamatan Pasie Raja, Kluet Utara, Kluet Tengah,Kluet Timur dan Kluet Selatan sebagai zona pengembangan minapolitan sektor budi daya ikan air tawar karena kawasan tersebut didukung dengan ketersediaan sumber daya alam yang ada.

Salah satu lobi yang telah berhasil dilakukan pihaknya dalam tahun 2014, sebutnya, antara lain adalah telah berhasil melobi anggaran sumber APBN sebesar Rp800 juta melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan di Jakarta untuk pembangunan demonstration farm (demfarm) minapolitan dalam wilayah Kluet Raya.

Selain itu pihaknya juga telah berhasil melobi proyek ice storage dan genset dengan total anggaran mencapai Rp780 juta sumber APBN.

Sedangkan untuk penunjang pengembangan program minapolitan sektor perikanan laut wilayah Tapaktuan sampai Labuhan Haji, dalam tahun 2014 pihaknya juga telah berhasil melobi anggaran melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan di Jakarta untuk kelanjutan pembangunan Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Labuhan Haji sebesar Rp3 miliar.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement