Rabu 03 Sep 2014 17:53 WIB

Risma Terlalu Banyak Klaim Kinerja Orang Lain

Rep: c54/ Red: Esthi Maharani
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini
Foto: Republika/Agung Supriyanto
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA — Hubungan Walikota Surabaya Tri Rismaharini dan partai politik penyokongnya, Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan (PDI-P), kembali memanas. Hal tersebut diketahui setelah Ketua DPD PDI-P Jawa Timur (Jatim), Bambang DH kembali melayangkan kritik terbuka terhadap pemimpin perempuan pertama Surabaya itu.

Mantan Walikota Surabaya dua periode tersebut mengaku gregetan melihat sepak terjang Risma. Menurut Bambang, Risma terlalu banyak mengklaim dan melakukan pencitraan.

Bambang menyebut, banyak proyek berhasil di Surabaya tidak lepas dari prakarsanya semasa menjabat Walikota dulu. Misalnya, menurut Bambang, dalam hal pembangunan taman-taman kota.

"Taman itu sudah dirintis sejak 2003, saat Risma belum menjadi apa-apa. Saat saya menjabat 2003, saya bongkar belasan SPBU yang berdiri di jalur hijau, saya jadikan taman," ujar dia, Rabu (3/9).

Selain itu, Bambang juga mempertanyakan hasil kerja nyata Risma selama empat tahun menjabat sebagai Walikota.

"Apa yang baru selama empat tahun ini? Invetasi menurun, kemudian penyerapan APBD juga tidak 100 persen. Surabaya tak butuh Walikota yang suka main klaim," kata Bambang.

Secara keras Bambang menuding, kinerja Risma tak lebih dari sekadar pencitraan dan mengejar popularitas. Bahkan, lanjutnya, kerja Risma tidak nyata.

Dengan menimbang berbagai alasan, Bambang menyampaikan, PDI-P Jatim tidak akan mendukung lagi Risma pada Pilwalkot Surabaya mendatang. Menurut Bambang, anggota Fraksi PDI-P di DPRD Surabaya pun sudah tidak menghendaki lagi Risama.

“Hanya mereka, /enggak/ mau /ngomong/,” kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement