Rabu 27 Aug 2014 00:05 WIB

Noriyu Kagumi Kepemimpinan Anas

Rep: c70/ Red: Mansyur Faqih
Nova Riyanti Yusuf (kedua dari kiri)
Foto: Tahta Aidilla/Republika
Nova Riyanti Yusuf (kedua dari kiri)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Politikus Partai Demokrat Nova Riyanti Yusuf (Noriyu) mengaku mengagumi sosok Anas Urbaningrum.

"Beliau mempunyai leadership. Benar-benar dengan sistem kepemimpinan yang handmade atau dia memperhatikan kompetensi dari kadernya," kata Noriyu di Mapolda Metro Jaya, Selasa (26/8).

Saat ini, lanjutnya, Anas sedang melalui proses yang sangat berat di dalam hidupnya. Sehingga membutuhkan dukungan moral yang luar biasa.

"Jadi saya berempati, membayangkan bagaimana perasaannya. Sudah ada masalah berat, ditambah lagi masalah fitnah," ujar Noriyu.

Secara pribadi, Noriyu mengaku tidak pernah punya kedekatan sebagai teman Anas. Karena di dalam pertemanan, ia memegang nilai menjaga kiprahnya sebagai seorang perempuan.

Misalnya, dengan tidak mau menimbulkan fitnah karena hubungan yang terlalu dekat.

Sebelumnya, mantan bendahara umum Partai Demokrat, M Nazaruddin menyebut Noriyu sebagai istri kedua Anas. 

Merasa difitnah dengan pernyataan tersebut, Noriyu pun menyambangi Mapolda Metro Jaya. 

"Ini, respons spontan saya terkait pernyataan Nazaruddin kemarin. Baik di dalam persidangan mau pun di luar persidangan Mas Anas Urbaningrum," tuturnya.

Noriyu menjelaskan, Anas merupakan Ketua Umum Partai Demokrat yang tidak pernah mempunyai jarak dengan semua kadernya.

Artinya, Anas selalu menugaskan kadernya di posisi yang cocok dengan pribadi mereka.

Noriyu menyatakan, tak tahu alasan Nazaruddin berucap seperti itu saat menjadi saksi di persidangan Anas. Karena, saat bertugas di DPR, ia dan Nazaruddin tidak pernah berkomunikasi. 

Ia menjelaskan, dampak dari pernyataan tersebut yang membuatnya ahkirnya memberanikan diri melapor ke kepolisian.

"Saya rasa lebih kuat ke fitnah, ini adalah masalah yang sifatnya pribadi. Yang penting kredibilitas saya sebagai seorang perempuan, saya masih menjabat sebagai wakil rakyat saat ini," ungkapnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement