Rabu 23 May 2018 17:51 WIB

Jokowi: Yang Persulit Layanan Kesehatan Rakyat, Saya Kejar

Jokowi hari ini bersilaturahim dengan penerima manfaat JKN-KIS.

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Andri Saubani
Joko Widodo
Foto: Antara/Adeng Bustomi
Joko Widodo

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar pelayanan kesehatan terhadap masyarakat yang membutuhkan tak dipersulit dan dihambat. Hal ini disampaikan Jokowi dalam acara silaturahim Presiden dengan para penerima manfaat JKN-KIS di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/5).

"Nah, ini yang paling penting saya sebenarnya hanya dua. Rakyat itu kalau mau mendapatkan pelayanan kesehatan jangan dihambat. Kedua, rakyat yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan juga jangan dipersulit," kata Jokowi.

Jokowi memastikan, jika di lapangan masih banyak masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan layanan kesehatan, ia akan mencari tahu penyebabnya. "Pasti akan saya kejar kenapa dipersulit, kenapa dihambat. Saya cari, pasti," ujar dia.

Lebih lanjut, ia juga menceritakan kunjungannya di RS Hasan Sadikin, Bandung, untuk meninjau masalah penggunaan KIS. Jokowi kemudian mengunjungi pasien di kamar kelas tiga guna memastikan kartu jaminan kesehatan dapat digunakan oleh pasien tanpa hambatan.

"Saya persentase penggunaan yang ada di kelas tiga saat itu di RS Hasan Sadikin itu ada 96 persen. Artinya, hampir semuanya yang ada di sana di RS Hasan Sadikin di kelas tiga itu menggunakan KIS. Artinya, program yang dijalankan oleh pemerintah itu betul-betul digunakan dan berguna bagi masyarakat," kata Jokowi menjelaskan.

Presiden mengatakan, pemerintah saat ini telah menyerahkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) kepada 92,2 juta penerima di seluruh Tanah Air. Sementara itu, terhitung pada 18 Mei 2018, jumlah total peserta BPJS Kesehatan mencapai 197,6 juta jiwa.

"Kalau masih ada yang ini kita sisir lagi. Kalau ini memerlukan, juga kita tambahkan dan tahun ini target untuk kartu ini saja 96,8 juta masih ada ruang untuk yang masih belum memiliki Kartu Indonesia Sehat," kata dia.

Seorang wanita menangis di hadapan Jokowi saat menceritakan penyakit yang dideritanya. Wanita yang mengenakan kursi roda tersebut tampak maju atas permintaan Jokowi. Salah satu kakinya pun tampak diamputasi.

Wanita berusia 38 tahun itu pun memperkenalkan diri bernama Daeng Nurlia asal Makassar. Kepada Jokowi, ia menceritakan penyakit tumor ganas yang dideritanya sejak 2016.

"Saya pikir cuma penyakit biasa, ibu, bapak, tapi ternyata tumor ganas pas di persendian. Kemudian, diusulkan oleh dokter untuk operasi diangkat tumornya," ceritanya.

Di hadapan Jokowi, Nurlia pun kemudian menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pemerintah karena telah meringankan bebannya dengan memberikan bantuan layanan kesehatan.

"Saya jalani semua pengobatan anjuran dari dokter operasi kemoterapi bahkan radiasi sampai 25 kali berlanjut saya check up sampai sekarang enam bulan sekali," katanya menambahkan.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement