Ahad 11 Aug 2019 06:35 WIB

Anies Minta Diaspora Bangun Jaringan yang Luas

KBRI turut andil memfasilitasi dalam mempertemukan diaspora dengan para penguasa.

Rep: Umi Soliha/ Red: Andi Nur Aminah
Workshop Kesehatan Lansia. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberi sambutan pada acara workshop kesehatan untuk lansia di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jum'at (5/7).
Foto: Republika/Fakhri Hermansyah
Workshop Kesehatan Lansia. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberi sambutan pada acara workshop kesehatan untuk lansia di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jum'at (5/7).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan berharap para diaspora turut andil dalam membangun Indonesia.  Andil tersebut bisa diwujudkan dengan cara membangun jaringan yang luas di manapun mereka berada. "Kalau selasai kuliah jangan pulang dulu, cari pengalaman bekerja di sana. Sehingga, kalau pulang bukan hanya bawa bidang keahliannya tapi juga bawa jaringan yang luas, komunikasi internasional dan modal," ujarnya di Kongres ke-5 Diaspiran Indonesia, di Mall Kotakasablanka, Jakarta Selatan, Sabtu (10/8).

Anies membagikan pengalamannya saat kuliah dia Amerika Serikat. Ia mengatakan jaringan yang luas akan diperoleh saat diaspora aktif dan tidak boleh pasif. "Harus pro aktif untuk membangun jaringan, kalau perlu bawa terus kartu nama, itu sangat penting,"ujarnya.

Baca Juga

Selain itu, ia juga berharap diaspora juga menguasai sektor swasta, civil society dan sektor pemerintah dan politik. Menurut Anies sektor swasta memiliki potensi besar.

Lebih lanjut, Anies juga meminta KBRI turut andil memfasilitasi dalam mempertemukan diaspora dengan para penguasa yang datang ke negaranya. Sehingga, kata dia, mereka mempunyai peluang bisnis yang lebih besar.

 

Anies terlihat memberikan dikungannya terhadap diaspora terbukti dengan rencana akan dibangunnya gedung khusus diaspora. Meski belum mengumumkan waktu pasti pembangunannya, ia mengatakan, gedung khusus diaspora akan di bangun di sekitar Kota Kasablanka.

"Kantornya akan dibangun sekitar sini (Kota Kasablanka) atau Jakarta Pusat. Soalnya di sini sering digunakan tempat untuk menggelar acara berbagi pengalaman, pikiran para diaspora dari berbagai dunia," ujarnya.

Selain itu, Anies juga berjanji akan membangun tempat khusus untuk diaspora Indonesia yang kembali ke Tanah Air. Diharapkan dengan adanya tempat ini bisa menjadi wadah diaspora memaksimalkan potensi yang dimiliki.

Menurut Anies, selama ini yang menjadi permasalahan saat diaspora pulang ke Indonesia tidak tersedianya akses. "Mereka kerap kebingungan membangun jaringan sosial karena Indonesia sudah banyak berubah saat mereka pergi ke luar negeri," kata dia.

Ia meminta diaspora memanfaatkan sebaik-baiknya fasilitas kantor khusus diaspora yang akan dibangun. Sehingga, persoalan kesulitan akses yang dialami diaspora bisa tertangani.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement