Senin 11 Aug 2014 13:25 WIB

Tak Boleh Ada Pengkhianat di Golkar

Politikus Partai Golkar Nurdin Khalid.
Foto: Republika/Adhi Wicaksono
Politikus Partai Golkar Nurdin Khalid.

REPUBLIKA.CO.ID, MAMUJU -- Pelaksana Tugas Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya Sulawesi Barat, Nurdin Khalid, kembali menegaskan, tak boleh ada pengkhianat dalam organisasi partai saat menghadapi momen Pilkada maupun Pilgub.

"Jika selama ini ada yang mengkhianati partai Golkar di Pilpres, maka momen Pilkada dan Pilgub Sulbar harus menyatu. Jika ada kader yang mencoba keluar dari keputusan partai maka resikonya bisa jadi pemecatan atau nonaktif," kata Nurdin Khalid yang dihubungi melalui telepon dari Mamuju, Senin (11/8).

Walaupun ajang pemilihan Gubernur Sulbar masih tersisa dua tahun lagi, tapi nuansa untuk menuju ke ajang lima tahunan ini sudah mulai terasa. Karena itu, kata dia, DPD Partai Golkar Sulbar ingin melakukan konsolidasi untuk menguatkan Persatuan kader agar tidak terpecah.

Bahkan, Plt Ketua Partai Golkar Sulbar Nurdin Halid, mengancam akan memecat kader Golkar yang mendukung kandidat dari partai lain di pemilihan gubernur.

"Kalau ada yang mendukung dari partai lain akan dipecat. Kita harus fokus memenangkan calon yang diusung dari Partai Golkar nanti. Calon gubernur kita nanti akan disurvei. Semua figur yang berpotensi akan disurvei, baik dari kader maupun nonkader. Tapi, kita tetap prioritaskan kader," kata Nurdin.

Sekretaris Partai Golkar Sulbar, Hamsah Hapati Hasan menambahkan, tahu betul jika masih ada sejumlah kader Golkar yang memiliki ingatan emosional dengan figur yang akan maju di pilgub, makanya harus diberikan peringatan keras.

"Kalau pertemanan tidak ada masalah kita semua tetap berteman, tapi urusan dukungan politik seharusnya kita utamakan partai kita. Karena, tentu saja Partai Golkar nanti akan mengusung calon gubernur. Calon dari partai lain, tentu saja tidak akan kita dukung," jelas Ketua DPRD Sulbar ini.

Menurut Nurdin, calon-calon yang akan maju di luar Golkar cukup berat, makanya seluruh kader harus solid untuk memenangkan calon yang diusungkan oleh Golkar.

Golkar akan melakukan survei pertama terhadap figur-figur potensial pada bulan Oktober 2014. Sejumlah nama akan dijaring untuk dimasukkan dalam survei, baik dari internal Golkar maupun dari eksternal.

Meski sudah mulai melakukan persiapan menghadapi pilgub, tapi hal itu bukanlan prioritas tahun ini. "Prioritas utama dalam waktu dekat adalah persiapan untuk menghadapi tiga pilkada kabupaten pada tahun 2015," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement