Senin 04 Aug 2014 18:09 WIB

Kota Satelit Maja Bakal Tampung 1,5 Juta Warga Jakarta

Permukiman penduduk dan pembangunan gedung terlihat dari kawasan Senayan, Jakarta, Kamis (24/4) .
Foto: Republika/Prayogi
Permukiman penduduk dan pembangunan gedung terlihat dari kawasan Senayan, Jakarta, Kamis (24/4) .

REPUBLIKA.CO.ID, LEBAK -- "Kota satelit" Maja, Kabupaten Lebak, Banten, yang direncanakan oleh Kementerian Perumahan (Kemenpera) dijadikan kawasan permukiman akan menampung sekitar 1,5 juta warga Jakarta.

"Kami telah menyiapkan kota satelit itu dapat menampung jutaan warga DKI Jakarta. Kemungkinan realisasinya bisa dilaksanakan tahun 2015," kata Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMP2T) Kabupaten Lebak Hari Setiono di Lebak, Senin.

Ia mengatakan, selama ini investor yang akan membangun kota satelit cukup banyak, di antaranya pengembang developer PT Group Ciputra dan PT Maja Gemilang. Permukiman kawasan tersebut sebagai alternatif tempat tinggal warga Jakarta atau para pekerja di ibukota.

Saat ini kondisi ibukota relatif padat dan hampir setiap hari terjadi antrean kendaraan. Untuk itu, kawasan permukiman kota satelit dapat menampung 1,5 juta jiwa.

Pada tahap awal direncanakan akan terbangun sebanyak 20.000 unit rumah sederhana sehat (RSH) dan rumah bersubsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

"Kami berharap pembangunan perumahan tahap pertama itu bisa direalisasikan tahun depan," katanya. Menurut dia, Kemenpera memilih Maja sebagai daerah pengembangan kawasan permukiman.

Sebab pengembangan wilayah Tangerang, Bogor dan Bekasi begitu padat penduduk. Kota satelit itu terdiri dari Kabupaten Serang, Kabupaten Bogor dan Kabupaten Serang. Selain itu juga didukung luas lahan sekitar 5.250 hektare milik BUMN sudah dibebaskan.

Penunjang infrastruktur angkutan juga dioperasikan Kereta Listrik (KRL) Commuter Line dengan rel ganda (double treck) rute Maja-Jakarta. Mereka warga yang ingin bepergian ke atau dari Jakarta, bisa mengandalkan Commuter Line dengan waktu tempo 1,5 jam dan jarak sekitar 60 km.

Pemerintah daerah terus mengajak pengembang properti untuk berpartisipasi dengan membangun perumahan di kota satelit itu. "Kami menerima 21 perusahaan berkomitmen membangun kota mandiri baru ini," katanya.

Ia menyebutkan, pihaknya berjanji akan memberikan kemudahan perizinan bagi investor yang ingin mengembangkan properti di kota satlit itu.

Pemerintah daerah mendukung para pengusaha yang akan membangun kota satelit, karena bisa menyerap tenaga kerja lokal juga pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

"Kami yakin ke depan Maja sebagai "Kota Kekerabatan" bisa menjadi daerah permukiman, jasa perdagangan hingga pusat pemerintahan," katanya menjelaskan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lebak Dedi Indepur mengatakan berdasarkan keputusan Menteri Perumahan Rakyat dipimpin Akbar Tanjung bahwa Kecamatan Maja dijadikan Kota Kekerabatan yang meliputi Kabupaten Tangerang, Bogor dan Serang.

"Kami optimistis Kota Kekerabatan ini dapat menampung jutaan warga Jakarta," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement