REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bursa cawapres yang bakal dipasangkan dengan Joko Widodo mengerucut pada dua nama, Jusuf Kalla dan Mahfud MD. Dua nama tersebut juga yang menempati elektabilitas tertinggi dalam berbagai hasil survei. Lalu, bagaimana tanggapan Jokowi?
Ditemui usai meninjau pembangunan Pasar Manggis di Setiabudi, Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan, JK dan Mahfud memang unggul dalam survei. Namun, hasil survei bukan satu-satunya pertimbangan dalam menentukan cawapres.
"Itu hanya sebuah gambaran. Tapi kebutuhan tidak hanya dari survei. Masalah itu kan hanya masalah bisa menang kalau dipasangkan dengan si ini. Tapi kan pascanya juga harus dihitung," kata Jokowi.
Jokowi mengaku, menginginkan cawapres yang bisa melengkapi kekurangannya. Sebab, pasangan capres-cawapres harus saling mengisi satu sama lain. "Kalau yang satu senang di lapangan, yang satu lagi jangan meninggalkan kantor. Misalnya seperti itu," ucap dia.