REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Eksekutif Cyrus Surveyor Group, Andrinof Achir Chaniago melihat sinyal koalisi antara PDI Perjuangan dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) semakin menguat. Ini menyusul keluarnya restu dari Ketua Dewan Syuro PKB, KH Aziz Manshur.
"Jika Ketua Dewan Syuro PKB, KH Aziz Manshur dan sejumlah kiai NU sudah menyatakan dukungan kepada Jokowi, itu sinyal yang sangat kuat PKB akan ikut koalisi pimpinan PDIP," tutur Andrinof saat dihubungi ROL, Ahad (4/5).
Selain itu, lanjutnya, sinyal koalisi PKB dan PDIP semakin kuat dengan kesediaan Ketum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa menjadi salah satu juru bicara Joko Widodo (Jokowi).
Koalisi PKB dan PDIP juga semakin diperkokoh dengan dukungan pengasuh Ponpes Tebuireng, KH Sholahuddin Wahid kepada Jokowi.
Apalagi, kata dia, NU tak memiliki banyak tokoh yang cukup kuat untuk didorong menjadi capres. Alhasil, pemimpin yang dicari oleh warga Nahdliyin dan tokoh NU adalah yang lebih dekat secara kultural dan memiliki misi pembangunan NU.
Jokowi, ungkap Andrinof, memiliki kepedulian terhadap kalangan bawah. Sementara umat Nahdliyin lebih banyak berada di kalangan bawah.
"Menurut saya, kurang tepat kita pakai istilah mengambil hati warga NU. Warga NU mendukung Jokowi karena pilihan capres terbatas. Jadi, tokoh-tokoh NU memilih calon pemimpin yang paling dekat sisi kultural dan misi pembangunannya dengan warga NU, yaitu Jokowi," papar Andrinof.