Ahad 19 Apr 2026 07:45 WIB

Nasihati Jokowi Agar Perlihatkan Ijazah, JK: Saya Lebih Tua dari Dia

JK menegaskan bahwa ia netral dalam perkara ijazah Jokowi.

Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (tengah) didampingi juru bicara Husain Abdullah (kanan) dan mantan Menkumham Hamid Awaluddin (kiri) memberikan keterangan pers di kediamannya di Jakarta, Sabtu (18/4/2026). Dalam konferensi pers tersebut, Jusuf Kalla memberikan klarifikasi terkait dugaan penistaan agama atas potongan video saat dirinya berceramah di Masjid Kampus Universitas Gajah Mada (UGM) pada Kamis (5/3).
Foto: ANTARA FOTO/Rakha Raditya Yahya
Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (tengah) didampingi juru bicara Husain Abdullah (kanan) dan mantan Menkumham Hamid Awaluddin (kiri) memberikan keterangan pers di kediamannya di Jakarta, Sabtu (18/4/2026). Dalam konferensi pers tersebut, Jusuf Kalla memberikan klarifikasi terkait dugaan penistaan agama atas potongan video saat dirinya berceramah di Masjid Kampus Universitas Gajah Mada (UGM) pada Kamis (5/3).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA  -- Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla memberikan nasihat kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo mengenai ijazah dalam konteks sebagai orang yang lebih tua atau senior. Tidak ada pretensi atau kepentingan politik apa pun. 

"Saya lebih tua dari dia. Jadi, sebagai orang yang lebih senior, saya nasihati," ujar JK, sapaan akrabnya, dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu.

Baca Juga

Selain itu, JK mengaku perlu menasihati karena memandang masyarakat telah berkelahi selama dua tahun terkait keaslian ijazah Jokowi.

"Kenapa tidak dikasih lihat? Membiarkan masyarakat ini berkelahi sendiri, saling memaki masyarakat, dua tahun," katanya.

JK menegaskan dirinya dalam posisi netral dalam polemik ijazah Jokowi sehingga sempat menolak bertemu dengan pihak yang mempertanyakan keaslian dokumen tersebut, seperti Rismon Hasiholan Sianipar dan Roy Suryo.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement