Ahad 23 Feb 2014 23:14 WIB

Kelud Menyisakan Duka

Presiden ACT, Ahyudin
Foto: Republika/Fian Firatmaja
Presiden ACT, Ahyudin

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Meski status Gunung Kelud baru saja diturunkan, dan sebagian warga sudah kembali ke rumahnya masing-masing, justru duka sesungguhnya tampak. Ribuan bangunan rumah maupun sekolah kehilangan atap, sebagian sudah ambruk, yang lainnya terkena lahar dingin. Jiwa-jiwa kepedulian masyarakat Indonesia kembali diuji.

Presiden ACT Ahyudin mengatakan, menilik sebaran abu vulkaniknya yang amat luas, manusia beriman seharusnya menerima positif peringatan ini. "Sekali lagi setelah Sinabung, Kelud harus makin menguatkan kesadaran kita. Hentikan semua perilaku buruk di semua lini, kedepankan langkah terbaik sesuai mandat dan kapasitas, terutama para penyandang tugas-tugas rakyat. Tanpa perubahan menuju kebaikan, cobaan seperti ini takkan banyak mengubah bangsa. Bencana disebut cobaan, ujian kalau kita yang menghadapinya menjadi makin baik," ungkap Ahyudin, dalam siaran persnya, Sabtu (23/2).

Kelud, dan beruntun bencana alam sebelumnya, menjadi stimulan kebersamaan. "Kita harus sanggup menyatukan langkah, memadukan ikhtiar agar bangsa ini makin baik. Lolos dari ujian ini, kita tak terhentikan menjadi bangsa besar. Mari, buktikan kita sanggup satu nafas, satu kebersamaan, saling bantu mengatasi cobaan," kata Ahyudin.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement