Jumat 01 Nov 2013 04:35 WIB

Penyerapan BSM Baru 38 Persen

Agung Laksono
Foto: Antara/Rosa Panggabean
Agung Laksono

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono kembali meminta sosialisasi program bantuan siswa miskin (BSM) terus ditingkatkan, karena tingkat penyerapan dana ini baru sekitar 38 persen.

"Sosialisasinya tidak boleh berhenti, perlu terus menerus ditingkatkan," kata Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono ketika dihubungi dari Jakarta, Kamis (31/10). Dia menjelaskan, program tersebut sangat penting sehingga harus bisa terserap sesuai target.

Agung menjelaskan, dari alokasi anggaran Rp10 triliun yang disediakan pemerintah sebagai bagian dari program perlindungan sosial masyarakat terkait kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) beberapa waktu lalu, anggaran untuk bantuan siswa miskin hingga saat ini baru terserap sekitar 38 persen.

"Serapan dana BSM masih belum besar karena kurangnya sosialisasi. Terlebih program ini baru digulirkan pada 26 Agustus 2013," katanya.

Dia mengatakan, pemerintah terus melakukan berbagai upaya agar penyerapan program bantuan siswa miskin yang hingga saat ini berjalan cukup lambat yakni sekitar 38 persen bisa mengalami peningkatan signifikan.

"Selain menyasar panti-panti asuhan juga akan menyasar pondok-pondok pesantren yang ada," katanya.

Pemerintah, kata Agung, melakukan upaya peningkatan penyerapan dengan tujuan agar anggaran yang telah diprogramkan tidak sampai hangus.

"Jika hingga pada akhir tahun, daya serap BSM belum mencapai 100 persen maka dana yang tersisa harus dikembalikan kepada negara," katanya.

Karena itu, Agung meminta sosialisasi BSM harus terus ditingkatkan agar penyerapannya berjalan dengan optimal yakni dengan meninjau kembali pendekatan format usulan sekolah dan menyasar panti- panti asuhan serta pondok pesantren yang ada.

"Untuk meningkatkan penyerapannya, kita akan menjaring dengan banyak cara. Di antaranya mendekati RTt, panti asuhan, pondok pesantren dan sekolah," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement