Selasa 17 Sep 2013 11:23 WIB

Ikut Konvensi Demokrat Dahlan dan Gita Diminta Nonaktif dari Kabinet

Wakil Ketua DPD La Ode Ida
Wakil Ketua DPD La Ode Ida

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Laode Ida menegaskan bahwa Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan dan Menteri Perdagangan Gita Wiryawan harus nonaktif, karena keduanya mengikuti Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat.

"Untuk itu, Presiden SBY harus menon-aktifkan menterinya yang ikut konvensi," katanya di Jakarta, Selasa. Menurut dia, pelaksanaan Konvensi Capres Partai Demokrat (PD) patut diapresiasi, karena telah berupaya membuka kesempatan kepada figur-figur yang dianggap layak untuk masuk bursa capres.

Namun, Presiden SBY sebagai Ketua Umum DPP PD harus memberikan contoh yang baik kepada publik, karena peserta konvensi harus secara sungguh-sungguh diposisikan peserta yang masuk panggung pertempuran.

Selain itu, tambah Laode, SBY bisa meminta pimpinan BPK agar menon-aktifkan Ali Masykur Moesa dari jabatannya sebagai anggota BPK.

"Langkah itu harus dilakukan agar ketiga figur capres itu lebih fokus pada agenda politik mereka dan tugas-tugas kementerian dan atau BPK ditangani secara khusus oleh figur yang tak punya agenda politik,"

kata Laode.

Apalagi, tambahnya, Indonesia sekarang berada dalam situasi ekonomi yang kurang kondusif seperti melemahnya rupiah dan juga rumitnya impor sejumlah kebutuhan pokok.

"Dalam situasi seperti itu, saya kira para menteri itu harus fokus pada pekerjaannya. Selain itu, konflik kepentingan dalam proses-proses konvensi juga harus dicegah, seperti konvensi itu dibiayai dari kegiatan sebagai menteri atau anggota BPK," kata Laode.

Ketika ditanyakan bagaimana dengan posisi Ketua DPR Marzuki Alie dan Ketua DPD RI Irman Gusman, apakah keduanya juga harus mundur atau non-aktif, ia menegaskan khusus untuk keduanya (Irman dan Marzuki) tidak perlu mundur, karena bukan eksekutif.

"Mereka (Marzuki Alie dan Irman Gusman) pejabat politik di parlemen. Beda dengan pejabat eksekutif atau BPK. Jadi, Ketua DPD RI dan Ketua DPR RI tidak perlu mundur, karena mereka politisi dan konvensi itu juga agenda politik," kata Laode.

Dalam kaitan itu, Laode mendesak perlunya transparansi anggaran atau dana peserta konvensi, menyangkut sumber dan jumlahnya.

Dari 11 peserta konvensi, ada delapan orang yang sedang menjabat sebagai pejabat publik, di antaranya Marzukie Alie, Irman Gusman, Gita Wirjawan, Dahlan Iskan, Dino Patti Djalal, Sinyo Harry Sarundajang, Hayono Isman, dan Ali Masykur Moes

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement