Kamis 11 Jul 2013 13:42 WIB

Golkar: Koalisi dengan Parpol Lain Adalah Keniscayaan

Rep: Ira Sasmita/ Red: Citra Listya Rini
Partai Golkar (ilustrasi)
Foto: Republika
Partai Golkar (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Partai Golkar memastikan tetap akan menjalin koalisi dengan partai politik (parpol) lain meski angka presidential threshold sebanyak 20 persen bisa mereka penuhi.

"Kami tetap mengutamakan koalisi, meski bisa presidential threshold 20 persen. Koalisi itu sebuh keniscayaan," kata Wakil Sekjen Partai Golkar, Tantowi Yahya, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (11/7).

Menurutnya, Golkar terbuka berkoalisi dengan siapa saja dan partai manapun. Selama koalisi itu menguntungkan bagi Aburizal Bakrie yang sudah diputuskan Golkar sebagai calon presiden 2014. Artinya, koalisi itu bisa meningkatkan elektabilitas Ical. 

Jika dikaitkan dengan pertemuan Ical dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, Tantowi tidak mengelak bila ada indikasi politik. Tapi, menurutnya silaturrahmi serupa akan dilakukan Ical dengan tokoh-tokoh dari partai politik lain.

Karena pada dasarnya, Ical sendiri sangat terbuka dengan segala kemungkinan koalisi dalam pencapresannya. Sepanjang tokoh yang akan dipasangkan dengannya memiliki visi dan misi yang kuat dalam membangun bangsa. Tak hanya dari kalangan nasionalis, tetapi juga dari ideologi politik lainnya.

"Yang pasti yang dipasangkan dengan Ical haruslah yang memiliki elektabilitas tinggi," ujar Tantowi.

Ical dan Paloh terlihat akrab pada acara buka puasa bersama Partai Nasdem. Namun, Paloh menampik bila pertemuan itu merupakan isyarat politik. Apalagi pertanda koalisi antara Ical dan Paloh. Atau dikaitkan Nasdem akan mendukung Golkar dan Ical pada pemilu presiden nati. 

"Persahabatan saya sudah berpuluh-puluh tahun kenapa nggak harus saling membantu. Kalau Ical minta bantuan saya akan siap membantu, kalau tidak sanggup ya gimana," kata Paloh.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement