REPUBLIKA.CO.ID, URUMQI, Cina -- Provinsi Sulawesi Barat dan Daerah Otonomi Khusus Xinjiang-Uygur, China, sepakat menjalin kerja sama sebagai provinsi kembar sebagai bagian dari kemitraan strategis Indonesia-China yang sudah berjalan sejak 2005.
Kesepakatan kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahamanan oleh Gubernur Sulawesi Barat Anwar Adnan Saleh dan Kepala Daerah Otonomi Khusus Xinjiang-Uygur Nur Bekki di Urumqi, Cina, Selasa (4/6) malam.
Duta Besar RI Untuk Cina merangkap Mongolia Imron Cotan mengatakan bahwa Xinjiang memiliki banyak potensi yang dapat dikerjasamakan dengan Indonesia, terutama dalam bidang perdagangan, investasi, dan pariwisata.
"Urumqi memiliki sumber daya alam berupa tambang, minyak, buah-buahan, kapas, dan pariwisata yang dapat dikerjasamakan pengembangannya dengan Indonesia," ujarnya.
Dengan segala potensi ekonomi yang dimilliki Xinjiang dan Indonesia, volume perdagangan antara kedua pihak masih relatif sangat kecil.
"Tahun kemarin volume perdagangan antara kedua pihak hanya mencapai 100 ribu dolar AS, padahal pertumbuhan ekonomi Xinjiang rata-rata 10 persen per tahun, atau lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan nasional Cina," ungkap Imron.
Oleh karena itu, lanjut dia, melalui kerja sama sebagai provinsi kembar tersebut dapat ditingkatkan dan diperluas seluruh potensi kerja sama yang dapat dilakukan kedua pihak sehingga tujuan meningkatkan volume perdagangan Indonesia-Cina juga dapat dicapai secara maksimal.




