Rabu 01 May 2013 12:52 WIB

Buruh Memadati Kantor Pemerintah Kota Bekasi

Rep: Irfan abdurrahmat/ Red: Heri Ruslan
Aksi unjuk rasa memperingati Hari Buruh di kantor Walikota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (1/5).
Foto: Irfan Abdurrahmat
Aksi unjuk rasa memperingati Hari Buruh di kantor Walikota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (1/5).

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI --Ribuan buruh mulai berdatangan ke Pemkot Bekasi di Jalan A Yani Bekasi Selatan, para elemen buruh datang menggunakan mobil bak terbuka dan ratusan sepeda motor, Rabu.

Akibat aksi unjuk rasa ini arus kendaraan di Jalan A.Yani tersendat. Mulai dari arah Jalan Sultan Agung dan Jalan Djuanda, maupun dari arah tol Bekasi Barat.

Dari pantauan Republika, Rabu (01/5), Pemerintah Kota Bekasi telah menyiapkan ratusan aparat kepolisian dan Kesatuan Polisi Pamong Praja.Puluhan polisi wanita pun terlihat ikut mengamankan aksi peringatan hari buruh tersebut.

Panggung yang di sediakan oleh Pemerintah Kota Bekasi bagi elemen buruh untuk berorasi terlihat tidak di pergunakan. Para buruh yang terdiri dari Federasi Serikat Buruh Demokrasi Seluruh Indonesia Bekasi lebih memilih berorasi di atas mobil bak terbuka.

Dari keterangan salah seorang massa FSBDSI,Budi, mengatakan, kawan-kawan dari elemen buruh yang berada di sini (PEMKOT Bekasi) menuntut agar segera di hapuskannya perjanjian kerja waktu tertentu.

Dia mengungkapkan, perjanjian tersebut hanya akan merugikan tenaga kerja. Pasalnya, nasib mereka tidak pasti dari segi status kepegawaian. "Outsourcing dan tenaga lepas hanya menguntungkan pihak perusahaan saja, dan para tenaga kerja lah yang sangat di rugikan," ungkap pria berseragan hitam merah ini.

Dalam aksi ini perwakilan buruh menginginkan untuk dapat bernegosiasi dengan Walikota Bekasi, Rahmat Effendi.

Namun mereka kecewa begitu mengetahui pria yang akkrab disapa Pepen ini tengah menjalani ibadah umrah. Kekecewaan ini di wujudkan dalam teriakan para buruh saat berorasi. "Mengapa Walikota umrahnya ketika peringatan May day ini, apa tak ada waktu lain untuk umrah?" ujar buruh dengan suara lantang saat berorasi.

Kekecewaan buruh ini dapat terobati ketika Wakil Walikota Bekasi, Ahmad Syaikhu menyempatkan diri bernegosiasi bahkan sempat berorasi di hadapan para buruh.

Dalam orasinya itu Ahmad Syaikhu mengatakan, semua tuntutan rekan-rekan akan kami sampaikan ke pemerintah pusat guna ditindaklanjuti. "

Semoga tuntutan ini dapat segera terealisasi dengan segera," tutur Ahmad. Di sesi terakhir orasinya, Ahmad mengatakan, bersyukur sekali kondisi saat ini tidak begitu terik, semoga ini pertanda baik bagi kita semua.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement