Sabtu 27 Apr 2013 12:28 WIB

Keterampilan Menolak Narkoba Harus Diajarkan Sejak Dini

Seorang sipir melintas di depan poster kampanye anti narkoba di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Dewasa Klas I Tangerang, Banten.  (Foto Ilustrasi)
Foto: Ismar Patrizki/Antara
Seorang sipir melintas di depan poster kampanye anti narkoba di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Dewasa Klas I Tangerang, Banten. (Foto Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Badan Narkotika Nasional (BNN) Jawa Timur menyarankan masyarakat agar memberikan pendidikan tentang bahaya narkoba sejak usia dini, khususnya di tingkat sekolah dasar.

"Keterampilan menolak narkoba seharusnya diajarkan sebelum anak berusia sembilan tahun, atau selambat-lambatnya pada usia 12 tahun," ujar Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat BNN Jatim AKBP Debora Djihartin di Surabaya, Sabtu (27/4).

Di sela menjadi pembicara dalam Seminar Nasional "Meneropong Perilaku Generasi Muda Indonesia Masa Kini" di Universitas Pelita Harapan Surabaya, ia menjelaskan bahwa anak-anak di bawah usia 15 tahun sangat berisiko tinggi dalam penyalaggunaan narkoba. Di samping itu, 90 persen dari kelompok "coba pakai" narkoba berasal dari pelajar dan mahasiswa, katanya.

Menurut dia, masa remaja merupakan masa transisi dari kanak-kanak ke dewasa dan diikuti perubahan fisik, mental dan sosial. "Dengan perubahan ini, kata Debora, remaja sering mengalami ketegangan, perasaan tertekan, keresahan, kebingungan dan frustasi, sehingga berisiko tinggi menyalahgunakan narkoba," ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa pada tahun 2009, BNN melakukan survei bahwa kasus penyalahgunaan narkoba di Indonesia sebesar 3.367.080 atau 1,99 persen dari jumlah penduduk di Indonesia. Dari jumlah itu, 1,1 juta pengguna narkoba dari kalangan pelajar dan mahasiswa.

"Sebuah bukti bahwa pelanggan narkoba paling banyak ada di usia produktif. Hal ini tentu memprihatinkan dan kami berharap ke depan bisa diminimalisasi agar tidak semakin meluas," katanya.

Mantan Wakapolres Mojokerto tersebut juga menyarankan kepada orang tua agar lebih memperhatikan anaknya dalam bergaul. Dari data yang dimilikinya, ternyata orang tua adalah orang yang terakhir tahu tentang masalah narkoba pada anaknya.

"Ini fakta, ternyata orang tua orang yang paling akhir mengetahui. Ini yang harus diubah dan orang tua harus lebih memperhatikan anaknya," kata Debora.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement