REPUBLIKA.CO.ID, KENDARI — Seorang pria di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) tega membunuh kedua orang tuanya yang telah sepuh hanya karena tak diberi uang. W, dengan keji menghabisi nyawa ayahnya Basri (68 tahun) dan ibunya Asliah (62).
Tak hanya kedua orang tuanya, W juga membunuh anak kandungnya sendiri yang baru berusia enam tahun. W yang merupakan pengangguran ini diketahui mengamuk setelah kedua orang tuanya menolak memenuhi permintaan dia karena mengetahui uang tersebut akan digunakan untuk berjudi.
Mabes Polri mengatakan, kini W telah ditangkap atas perbuatanya yang dilakukan pada Selasa (16/4) lalu ini. "Pelaku menghabisi para korban dengan pisau belati. Ayah sekaligus korban ini merupakan kepala sekolah salahsatu SMK di sana," ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Polisi Agus Rianto menceritakan kasus tersebut di kantornya Kamis (18/4).
Agus memaparkan, saat itu W datang ke rumah orang tuanya yang berada di Jl. Bunga Kamboja, Lahundape, Kendari. W yang sehari-hari hanya menghabiskan waktu di Warnet untuk bermain game judi online ini marah karena permintaannya ditolak oleh kedua orang tuanya.
Ia kemudian menyiksa ayah dan ibunya yang telah berusia lanjut ini. "Akhirnya dengan sebuah belati dia membunuh anak, ibu dan ayahnya sendiri," kata Agus.
Dari keterangan Agus, W kini sudah mendekam di tahanan markas kepolisian setempat setelah ditangkap pada hari yang sama. Agus mengatakan, meksi W diketahui melakukan pembunuhan secara sadis terhadap tiga orang korban, pelaku hanya akan dikenai ancaman hukuman maksimal lima belas tahun penjara.
"Sejauh ini diketahui perbuatannya tidak direncanakan, jadi yang digunakan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan saja," kata dia.