Ahad 24 Mar 2013 01:19 WIB

'Harus Ada Regulasi Soal Penghematan Energi di Indonesia'

Bundaran HI ketika Earth Hour
Foto: Republika
Bundaran HI ketika Earth Hour

REPUBLIKA.CO.ID, PONTIANAK -- Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan, di samping semangat, pelaksanaan "Earth Hour" juga harus didukung dengan pemaksaan dari pemerintah, yakni mengeluarkan regulasi agar ada penghematan dalam penggunaan energi di Indonesia.

"Saya kira harus dipaksakan melalui pemerintah. Harus ada regulasi, yang boros kena penalti dengan tarif yang lebih mahal," kata Dahlan Iskan saat ditanya mengenai pelaksanaan "Earth Hour" 2013 di Taman Alun Kapuas, Kota Pontianak, Sabtu malam.

Ia mengaku sangat terkesan dengan pelaksanaan "Earth Hour" kali ini. "Sangat atraktif. Saya dengar dengan lebih dari 6.000 lilin dan membentuk angka 60+. Saya salut dengan panitia. Saya betul-betul bergembira bisa menghadiri ini," katanya.

Tetapi ia mengingatkan, di samping semangat, tetap harus ada pemaksaan melalui peraturan pemerintah dan melalui gerakan. "Kalau imbauan saja, kurang cukup," katanya lagi.

 

"Earth hour" atau jam bumi adalah kegiatan global yang diadakan oleh WWF dan The Sydney Morning Herald tahun 2007 ketika 2,2 juta penduduk Sydney berpartisipasi dengan memadamkan semua lampu yang tidak perlu. Kegiatan itu kini banyak diikuti kota-kota di seluruh dunia.

Kegiatannya yakni meminta rumah-rumah dan perkantoran untuk memadamkan lampu dan peralatan listrik yang tidak perlu selama satu jam untuk meningkatkan kesadaran atas perlunya tindakan terhadap perubahan iklim.

Selaku Menteri BUMN, Dahlan Iskan mengatakan pihaknya kini tengah memberikan perhatian lebih pada energi geotermal, yakni energi terbarukan yang tidak merusak bumi. "Sehingga saya akan terus mendorong," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement