Kamis 27 Dec 2012 08:51 WIB

Tahun depan, Sengketa Laut Cina Selatan Meningkat

Rep: Amri Amrullah/ Red: Setyanadivita Livikacansera
Kapal Cina berpatroli di Laut Cina Selatan
Foto: chinasmack.com
Kapal Cina berpatroli di Laut Cina Selatan

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- TNI Angkatan Laut memperkirakan 2013 skala sengketa laut di wilayah Laut Cina Selatan akan lebih meningkat.

Sengketa teritori laut yang melibatkan beberapa negara tersebut semakin memanas dengan bersikukuhnya Cina memasukkan wilayah laut dari negara-negara di Asia Tenggara ke wilayahnya.

Kepala Divisi Penerangan TNI AL, Untung Suropati mengatakan, kedepannya sengketa laut Cina ini akan menjadi perhatian lebih TNI AL. "Perkembangan strategis skalanya terus meningkat. Hal ini akan menjadi pusat perhatian TNI AL kedepan," ungkap Untung dalam serah terima jabatan (sertijab) Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) baru di Markas Komando Armada Timur (Koarmatim), Ujung, Surabaya, Kamis (27/12).

Permasalahan Laut Cina Selatan ini, kata Untung, telah menjadi perhatian utama KASAL yang baru Laksamana Madya TNI Marsetio. Hal itu dikarenakan sengketa ini melibatkan negara utama di ASEAN, diantaranya Vietnam dan Filipina. 

Maka dari itu, jelas dia, Indonesia yang juga berbatasan langsung dengan Laut Cina Selatan memiliki andil besar menjaga keamanan di wilayah tersebut. Untuk Laut Cina Selatan, TNI AL akan mengantisipasi terjadinya spill over atau efek negatif bagi negara-negara ASEAN termasuk Indonesia. 

"Saat ini selain menjadi pembahasan khusus di wilayah keamanan regional, Indonesia masih mempertimbangkan akan menambah armada untuk menjaga keamanan NKRI di wilayah sengketa tersebut," ujarnya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement