REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Sebanyak 2.004 personel gabungan dari kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja bakal diterjunkan saat pelantikan Gubernur DKI Jakarta baru, pekan depan.
Jumlah itu untuk mengamankan jalannya acara yang digelar di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota setempat.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, mengatakan ribuan personel tersebut nantinya bakal disebar di sejumlah titik yang telah ditentukan. "Untuk pengamanan luar maupun dalam (gedung)," kata dia, kepada ROL, Kamis (11/10).
Ribuan aparat yang diturunkan itu terdiri dari 1.134 personel polisi dari Polda Metro Jaya, 300 personel dari Polres Metro Jakarta Pusat, 570 personel Satpol PP Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Lebih lanjut, sambung Rikwanto, Polda Metro Jaya siap menerjunkan personel tambahan jika dibutuhkan. Hal itu tentu meninjau situasi dan kondisi ketertiban dan keamanan di Jakarta.
Pengamanan menjadi salah satu faktor yang diutamakan menjelang pelantikan Gubernur Joko Widodo dan wakilnya, Basuki Tjahaja Purnama, Senin (15/10) mendatang. Sebab, saat jalannya acara diperkirakan tamu yang datang melebihi kapasitas dari 2.000 undangan yang disebar.
DPRD DKI Jakarta pun terus berbenah dalam persiapan pelantikan orang nomor satu di ibukota tersebut. Nantinya, acara digelar di ruang sidang paripurna gedung perwakilan rakyat provinsi setempat. Kapasitas ruangan tersebut hanya mampu menampung sebanyak 827 undangan. Sementara undangan lainnya disediakan di ruangan lantai tiga dan lobi Gedung DPRD.
Diketahui, acara pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI periode 2012-2017 itu diundur dari jadwal yang ditentukan sebelumnya, pada Ahad (14/10). Penundaan acara akibat belum rampungnya proses administrasi. Pelantikan dan serah terima jabatan itu akan dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi.