Rabu 03 Oct 2012 00:04 WIB

KNKT: Kami tidak Mencari Siapa yang Salah

Rep: Qommarria Rostanti/ Red: Hazliansyah
Tim SAR dari Basarnas menemukan sebuah sekoci di sekitar titik Perairan Selat Sunda, Kamis (27/9). Tim SAR hanya menemukan tiga buah sekoci tanpa penumpang dan jaket pelampung dalam pencarian korban tenggelamnya KMP Bahuga Jaya.
Foto: Antara Foto
Tim SAR dari Basarnas menemukan sebuah sekoci di sekitar titik Perairan Selat Sunda, Kamis (27/9). Tim SAR hanya menemukan tiga buah sekoci tanpa penumpang dan jaket pelampung dalam pencarian korban tenggelamnya KMP Bahuga Jaya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sangat berhati-hati dalam melakukan penyelidikan tabrakan KMP Bahuga Jaya.

Ketua KNKT, Tatang Kurnadi, mengatakan saat ini investigasi Safety sudah dilakukan. Namun berhubung kecelakaan ini melibatkan dua negara, yakni Indonesia dan Singapura (sebagai negara bendera kapal tanker MT Norgas Chatinka), maka investigasi tidak bisa dilakukan oleh salah satu pihak saja.

Hal ini berdasarkan Casualties Investigation Code IMO. "Kedua negara sama-sama punya hak  investigasi. Saat ini investigasi belum sampai kesimpulan siapa yang benar atau salah," ujarnya kepada Republika, Selasa (2/10).

Tatang menyebut, hasil koordinasi KNKT dengan Singapura nantinya tidak boleh melenceng dari kesimpulan.

"Kami tidak mencari yang salah, tetapi mencari sistem pengaman transportasi mana yang harus diperbaiki," ujarnya. "Sehingga nantinya hasil temuan penyebab terjadinya kapal tidak terulang kembali."

    

Pihaknya akan mengumpulkan data-data dan rekaman lalu lintas kapal juga informasi dari nakhoda kedua kapal.

Tim investigasi sendiri, terdiri dari lima orang dan dipimpin langsung oleh Kepala Sub-Komite Laut KNKT Hermanu. Tim ini mempunyai waktu 12 bulan untuk mengetahui penyebab tabrakan.

"Karena melibatkan dua negara, jadi perlu kehati-hatian," katanya

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement