REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG--Pelaksanaan hari terakhir Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) yang berlangsung hari ini, Rabu (13/6) diwarnai dengan ketidak hadiran para peserta. Secara tidak langsung mereka dipastikan tidak akan lolos ujian SNMPTN kali ini.
Hal tersebut juga ditegaskan Sekretari Eksekutif I Panitia lokal (Panlok) Bandung Asep Ghana Suganda saat ditemui wartawan di ITB Rabu (13/6). "Berdasarkan data terakhir yang saya terima sekitar kurang dari 100 peserta tidak mengikuti SNMPTN pada hari pertama. Maka dari itu dapat dipastikan mereka tidak lolos untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur (SNMPTN)," ungkapnya.
Asep mengatakan, rata-rata peserta tersebut adalah yang mendaftar double dan tanpa keterangan. "Untuk peserta yang mendaftar double kami dari Panlok telah mengecek keberadaannya dan menghapus salah satu nama peserta," ujarnya.
Menurutnya pelaksanaan SNMPTN berjalan dengan lancar tanpa ada kendala. "Sedangkan untuk kecurangan ataupun joki pada SNMPTN kami belum menemukannyn" ucapnya.
Senada dengan Asep, Kasubaghumas Polrestabes Bandung Kompol Endang Sri Wahyu Utami juga menyatakan belum mendapat laporan adanya perjokian dalam SNMPTN.
"Hingga hari ini, kami belum menemukan adanya pelaku joki SNMPTN. Kami tetap berkoordinasi dengan panitia SNMPTN untuk mengantisipasi praktik perjokian," ujar Endang.
Menurut Endang, aparat kepolisan turut menjaga dan mengamankan di sekitar lokasi atau tempat ujian SNMPT Bandung dilaksanakan.
"Diimbau para peserta untuk tidak percaya dengan tawaran orang yang mengaku bisa meloloskan ujian," tutup Endang.
SNMPTN sendiri berlangsung dari Selasa sampai Rabu (13/6). Hari ini yang merupakan jadwal terakhir SNMPTN mengujikan mata pelajaran IPA dan IPS