Ahad 13 May 2012 08:21 WIB

Lagi, Dua Kantong Jenazah Korban Sukhoi Tiba di RS Polri

Pesawat heli jenis Super Puma milik TNI-AU mengangkut personel Paskhas AU mendarat di helipad yang dibangun di kawasan Cijeruk, Bogor, Jawa Barat, Jumat (10/5). Tim Paskhas ini gagal mengevakuasi penumpang pesawat Sukhoi Super Jet 100 karena medan yang cur
Foto: FOTO ANTARA/Dhoni Setiawan
Pesawat heli jenis Super Puma milik TNI-AU mengangkut personel Paskhas AU mendarat di helipad yang dibangun di kawasan Cijeruk, Bogor, Jawa Barat, Jumat (10/5). Tim Paskhas ini gagal mengevakuasi penumpang pesawat Sukhoi Super Jet 100 karena medan yang cur

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Sebanyak dua kantong jenazah lagi telah tiba di Rumah Sakit Polri Dr. Sukanto Kramatjati Jakarta Timur, Minggu pagi, sekitar pukul 07.50 WIB.

Dengan bertambahnya dua kantong jenazah itu, maka total kantong yang berada di RS Polri Dr. Sukanto Kramatjati sebanyak 18 kantong, demikian pantauan ANTARA.

Namun jumlah kantong jenazah tersebut tidak berarti menunjukkan jumlah penumpang dan awak pesawat Sukhoi Superjet 100 (SSJ-100) yang sudah dievakuasi oleh tim SAR gabungan.

Satu kantong jenazah bisa berisi lebih dari satu jenazah karena kondisi tubuh korban yang tidak lagi utuh. Menurut manifes (daftar penumpang) pesawat SSJ-100 tersebut, terdapat 45 nama penumpang, termasuk delapan warga negara asing yang bertindak sebagai kru pesawat.

Sementara itu, proses evakuasi korban kecelakaan pesawat angkut sipil Sukhoi dilanjutkan pada Minggu pagi. Tim SAR gabungan sebanyak 2.086 orang sangat bergantung kepada kondisi cuaca di kawasan Gunung Salak, Bogor, lokasi jatuhnya pesawat nahas itu.

Menurut Komandan Korem (Danrem) 061/Suryakancana, Kol Inf AM Putranto, Sabtu malam (12/5), sebanyak 562 personel tim SAR gabungan masih berada di Gunung Salak dengan posisi tersebar tiga titik di ketinggian 2.000 hingga 2.066 mdpl. Danrem mengatakan bahwa tidak ada tambahan personel yang dikirim untuk proses evakuasi pada Minggu.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement