Jumat 13 Apr 2012 22:19 WIB

Siswa Disabilitas Akan Didampingi saat UN

Rep: Yulianingsih/ Red: Chairul Akhmad
Distribusi soal ujian (ilustrasi)
Foto: Antara
Distribusi soal ujian (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA – Siswa peserta ujian nasional (UN) tahun ini yang mengalami disabilitas atau keterbatasan akan didampingi oleh guru pendamping. Bahkan, mereka akan mendapat tambahan waktu sebanyak 45 menit dalam pengerjaan soal UN tersebut.

 

Bendahara UN Provinsi DIY, Bekti Murheni, mengatakan guru pendamping ini akan membantu membacakan soal bagi siswa yang mengalami tuna netra dan low vision.

Mereka juga membantu mempertebal jawaban di lembar jawaban kerja (LJK) sesuai dengan jawaban siswa yang bersangkutan. "Untuk siswa tuna netra memang tidak ada soal huruf braile, tetapi mereka akan ada guru pendamping termasuk yang low vision," terangnya, Jumat (13/4).

 

Berdasarkan laporan kabupaten/kota ada dua siswa yang dilaporkan tengah sakit meski UN tinggal beberapa hari. Namun, dari hasil penelusurannya, satu siswa berasal dari MAN Pandanaran, diketahui sudah pulang dari rumah sakit dan menyatakan ikut ujian utama.

Satu siswa lainnya berasal dari SMA Tempel yang baru saja menjalani operasi. "Oleh pihak sekolah disewakan ambulans sehingga nanti yang bersangkutan mengerjakan disana," kata Bekti.

 

Sementara itu, pihaknya juga mendata ada satu peserta yang mengalami gangguan tidak bisa konsentrasi, lebih dari 45 menit. Tujuh siswa tuna netra di MAN Maguwoharjo, satu siswa low vision di SMA Muhammadiyah Gamping dan di SMA Amiluhur Bantul.

 

Sementara itu, ratusan kotak kardus berisi naskah soal untuk Ujian Nasional mulai didistribusikan ke Provinsi DIY dari Kudus, Jumat ini. Soal soal tersebut, Sabtu (14/4) ini, akan didistribusikan pada 29 kelompok kerja SMA/MA dan SMK se-DIY.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement