Jumat 30 Mar 2012 17:13 WIB

PDIP, Gerindra, Hanura Tetap Tolak Kenaikan BBM

Rep: Fitria Andayani/ Red: Djibril Muhammad

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - PDIP, Gerindra, dan Hanura tetap konsisten untuk tidak menaikkan harga BBM. Mereka juga menolak penambahan ayat pada pasal 7 ayat 6 UU APBN 2012.

Perwakilan Gerindra, Ahmad Muzani menyatakan, tetap menolak untuk menaikkan harga. Selain itu, menetapkan subsidi energi sebesar Rp 266 triliun. "Rencana menaikkan harga BBM dan mengurangi subsidi akan membebankan kehidupan masyarakat," katanya, Jumat (30/3).

Dia pun menyatakan, dengan naiknya harga BBM, kemiskinan baru akan terjadi, kualitas kesehatan dan pendidikan akan menurun. "BBM belum naik saja semua sudah naik, apalagi kalau naik Kami juga tidak menerima adanya tambahan ayat 6a," ujarnya.

Hanura pun menyatakan hal yang sama. "Pemerintah masih bisa melakukan hal lain untuk menyelamatkan APBN tanpa harus menaikkan harga BBM," ujar perwakilan partai Hanura, Erik Satrya Wardhana.

Lagipula menurutnya, besarnya subsidi energi disebabkan karena pemerintah gagal mengelola minyak. "Terjadi Inefisiensi produksi dan pengadaannya," katanya. Selain itu karena kontak karya pertambangan yang ada selama ini merugikan kepentingan nasional.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement