REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Partai Golkar menegaskan pihaknya menolak rencana pemerintah untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Sekjen Golkar, Idrus Marham juga menampik pernyataan Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR RI, M Ja'far Hafsah bila Ketua Umum Golkar, Aburizal Bakrie menyepakati kenaikan BBM.
Saat ditemui di Gedung DPP Partai Golkar, Kamis (29/3), Idrus mengatakan Ja'far telah mencatut nama Aburizal. Dan ia pun menegaskan klaim Ja'far tentang Aburizal tidak benar. Menurutnya, pencatutan tersebut adalah intrik politik yang tidak beretika.
"Jangan dengar siapapun yang menyatakan kami mendukung BBM naik. Itu tidak benar," tegas Idrus. "Dia (Ja'far) mencatut nama Ketum kita."
Politisi 47 tahun itu menyebut, kebijakan partai berlambang pohon beringin itu menolak kenaikkan harga BMM karena telah mencoreng keinginan rakyat paling mendasar. Langkah tersebut, kata Idrus, merupakan sikap konsisten Golkar yang mementingkan keinginan rakyat ketimbang keinginan lainnya. "Kita tidak ingin BBM naik. Kita tolak kenaikan BBM," tegas mantan anggota Komisi II DPR RI itu.