Senin 22 Aug 2011 12:44 WIB

Nazar Bungkam Setelah Baca Surat Balasan SBY

Rep: Muhammad Hafil/ Red: Siwi Tri Puji B
Nazaruddin ditangkap di Kolombia.
Foto: Reuters
Nazaruddin ditangkap di Kolombia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Tersangka kasus suap Sesmenpora, M Nazaruddin sudah menerima surat balasan dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono terkait permintaan perlindungan bagi istri dan anaknya. Namun, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu belum mengomentari surat balasan itu.

"Dia sudah baca sendiri suratnya, tapi dia belum ada komentarnya, tidak mau omong," kata salah satu anggota tim kuasa hukum Nazaruddin, Dea Tungga Esti saat dihubungi Republika, Senin (21/8).

Seperti diketahui, pada Kamis (18/8) lalu Nazaruddin mengirimkan surat kepada Presiden SBY. Dalam isi surat itu, Nazaruddin meminta supaya anak dan istrinya tidak diganggu terkait kasus yang menderanya. Beberapa hari kemudian, Presiden SBY membalas surat tersebut.  

Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha menyatakan ada dua hal esensial mengapa surat Nazar perlu dibalas. Pertama Presiden ingin supaya masyarakat dapat mengetahui duduk permasalahan itu dengan jelas.

Sebagaimana diketahui, surat dari Nazaruddin itu, beberapa hari ini telah menjadi kontorversi di publik. Surat itu menjadi perdebatan dan dikaitkan dengan presiden. "Agar masyarakat atau rakyat Indonesia menjadi tahu persoalannya," ujarnya, di Kantor Presiden, Senin (22/8).

Kedua, lanjut Julian, jawaban surat itu adalah bentuk pesan kepada seluruh rakyat Indonesia yang memiliki kasus hukum termasuk korupsi.  Presiden tidak akan lakukan intervensi terhadap berbagai proses hukum yang ditangani oleh aparat penegak hukum.

Surat Presiden ke Nazaruddin disampaikan Ahad (21/8) siang kemarin. Surat itu dibawa oleh kurir ke tempat tahanan Nazaruddin, di Mako Brimob Kelapa Dua.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement