REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA - Ketua Umum Organisasi Masyarakat (Ormas) Nasional Demokrat (Nasdem) Surya Paloh menyatakan, dirinya hingga kini belum berpikir soal calon presiden (capres), meski dirinya merestui parpol bernama Partai Nasdem. "Itu (partai Nasdem) memang atas restu saya, tapi Nasdem sebagai ormas dan parpol itu tidak ada kaitan legalistik. Kaitannya hanya dalam gagasan dan spirit restorasi," katanya di Surabaya, Selasa (5/7).
Ia mengemukakan hal itu setelah melepas jenazah almarhum Achmad Fauzi (Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Nasdem Jatim), berziarah ke makam Sunan Ampel dan membesuk Mustasyar PBNU KHA Muchit Muzadi di RSI Jemursari, Surabaya. Menurut tokoh pers nasional itu, pemimpin masa depan itu harus mampu berkomitmen kepada bangsa ini, memiliki visi dan misi, memiliki keberanian hati dan keberanian berkorban seutuhnya.
"Saya sendiri belum tahu, apakah saya mampu bercermin pada visi itu. Saya hanya merasa senang dengan adanya parpol yang 'mengambil' visi dan misi serta semangat dari Ormas Nasdem, karena saya merestui, tapi saya juga menegurnya," katanya.
Ia mengingatkan, Partai Nasdem harus memberi pendidikan politik yang kuat dan berarti bila menggunakan nama Nasdem. "Jangan terjebak pada kekuasaan dan pembagian posisi atau jabatan semata," katanya.
Selain itu, dirinya juga meminta Partai Nasdem untuk menang dalam Pemilu 2014. "Rasanya nggak elok kalau mengusung capres, tapi hanya jadi pelengkap. Kalau tidak menang, visi dan misi Nasdem juga sulit diusung partai itu," katanya.
Dalam kaitan itu, dirinya sebagai penggagas Nasdem akan mendorong ormas itu fokus kepada cita-cita semula melalui aksi sosial-kemasyarakatan dengan menjadi gerakan 'pressure' untuk persoalan kebangsaan. "Saya sendiri masih anggota Partai Golkar, saya sudah 44 tahun di Golkar. Saya juga nggak ada masalah dengan pengurus Golkar yang ada, karena saya hanya menyosialisasikan visi, misi, dan semangat Nasdem sebagai ormas," katanya.