REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan, Hazrul Azwar, meminta kader PPP waspada akan adanya "penyusup" menjelang Muktamar PPP ke VII.
"Bisa saja (ada penyusup -red). Tapi kita sudah siapkan teknis pengamanan yang berlapis-lapis," kata Hazrul, Rabu. Partai berlambang Kabah itu, kata dia, terus merapatkan barisan agar tak bisa dikacaukan atau dimanfaatkan kelompok lain sebelum muktamar maupun sesudah muktamar.
Namun ia selalu berpikiran positif setiap calon yang maju adalah untuk membesarkan partai dan harus mentaati aturan yang ada dan itu tidak boleh dilanggar. "Saya tak tahu persis keinginan Muchdi Pr maju sebagai calon ketum PPP. Kita harus merujuk kepada AD/ART partai, ada rambu-rambu yang harus dilaluinya," ungkap dia.
Ia mengaku, kubu Surya Darma Ali (SDA) sudah bertemu dengan 27 DPW dan 396 DPC PPP. Dan mereka seluruhnya menginginkan SDA untuk memimpin kembali PPP. "Mereka beralasan, dibandingkan calon yang muncul, SDA masih yang terbaik. Dibandingkan calon yang ada, di masyarakat maupun di internal PPP, popularitas SDA lebih tinggi dibanding mereka," ungkap Hazrul.
Selain itu, DPW dan DPC PPP juga menyebutkan SDA tinggal melanjutkan program dan kepemimpinan beliau yang sudah lima tahun, sehingga masalah kepartaian, SDA mengetahui lebih dibanding yang lain
"SDA tidak pernah bermasalah dengan hukum, bersih, dan menjabat lima tahun sebagai menteri Koperasi dan UKM. Semasa jadi anggota DPR juga tidak ada masalah. Mereka akan mencalonkan dan memilih kembali SDA pada muktamar VII. Saya pribadi sangat memungkinkan SDA akan kembali pimpin partai ini," tandas Hazrul.