REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Persaingan sengit tampaknya akan mewarnai Muktamar Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada 3-6 Juli mendatang di Bandung. Dua calon dipastikan akan maju menjegal pencalonan kembali Ketua Umum PPP yang sedang menjabat, Suryadharma Ali (SDA).
Kedua pesaing SDA yang juga menjabat Menteri Agama adalah Ahmad Muqowam dari Komisi II dan Ahmad Yani dari Komisi III. Kedua Ahmad ini sama-sama mengklaim memiliki dukungan pemilik suara di tingkat cabang untuk menduduki kursi nomor satu di partai berlambang Ka'bah ini.
Menurut Ketua Tim Sukses SDA, Hasrul Azwar, pihaknya telah mengunjungi 75 persen wilayah di Indonesia untuk menggalang suara. "Kami sudah mengantongi 75 persen dari total pemilik suara se-Indonesia," ujar Hasrul.
SDA bersama tim suksesnya telah melakukan perjalanan mengunjungi seluruh wilayah basis PPP. Selanjutnya, SDA akan berkunjung ke Bali, Kalimantan Tengah, Timur, Barat, NTT, NTB, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Yogyakarta.
Pada pencalonan kedua kalinya, SDA akan mengusung misi untuk mengembalikan perolehan suara PPP pada Pemilu 2014 nanti. "Minimal ke perolehan Pemilu 2004 yang mencapai 11 persen," tambah Hasrul. Pada Pemilu 2009, PPP hanya meraih 5,4 persen suara.
Ahmad Yani, seperti yang diyakininya, akan menjadi pesaing berat SDA di Muktamar mendatang. Dia mengaku membawa visi yang sama dengan 80 persen pemimpin muda di seluruh DPC yang menginginkan perubahan. "Saya percaya diri karena gagasan perubahan saya disambut luar biasa," koar Yani.
Yani yakin dirinya akan meraih suara bulat di Sumatera dan Sulawesi Tengah. Kemenangan Yani juga diyakini akan diberikah dari wilayah Sulawesi Selatan, Papua Barat, dan NTT.
Yani mengatakan dirinya akan berjuang melakukan perubahan ke dalam dan keluar. Perubahan ke dalam dilakukan dengan mengubah mind set pengurus partai dan memperjelas kewenangan DPP, DPW dengan DPC. Untuk perubahan keluar, ia akan menyiapkan PPP sebagai partai oposisi berkarakter. "Buat apa kita memenangi dan menguasai pemerintahan kalau tidak membawa manfaat bagi rakyat dan umat," ujarnya.