Jumat 07 Jan 2011 04:00 WIB

Dicemooh Selama Pidato, Jubir Fraksi Demokrat Tinggalkan Sidang DPRD Penetapan

Rep: Yoebal Ganesha/ Red: Johar Arif
Kraton Yogyakarta
Kraton Yogyakarta

REPUBLIKA.CO.ID,SLEMAN -- Juru bicara Fraksi Partai Demokrat di DPRD Sleman, Rini Hapsari, memutuskan meninggalkan sidang paripurna istimewa DPRD Sleman yang membahas pandangan fraksi-fraksi tentang RUU Keistimewaan Yogyakarta.

Rini memohon ijin keluar ruang sidang utama DPRD Sleman setelah ia selesai membacakan sikap fraksinya yang berkaitan polemik di RUUK Yogyakarta: apakah jabatan gubernur dan wakil gubernur di provinsi ini dilakukan secara penepatan ataukah pemilihan.

Rini sendiri tak menjelaskan mengapa ia memutuskan meninggalkan ruang sidang. Tapi memang sepanjang ia tampil di podium membacakan sikap fraksinya, massa pro-penetapan mengganggu konsentrasinya dengan teriakan-teriakan cemoohan. Rini tak menggubris teriakan-teriakan itu dan tetap tegar membacakan sikap fraksinya.

Seperti juga di DPRD DIY, DPRD Bantul dan DPRD Gunungkridul, hanya fraksi Partai Demokrat lah yang sampai saat ini tak pernah tegas menyatakan mendukung aspirasi warga propenetapan.

Sidang paripurna istimewa ini dipimpin Ketua DPRD Sleman, Kuswanto. Tak seperti di Bantul dan di Gunungkidul, yang selalu dihadiri Gubernur Sri Sultan HB X, pada sidang ini, Sultan HB X tak hadir karena sedang ke Jakarta. Sidang dihadiri Wagub Adipati Paku Alam IX dan Bupati Sleman Sri Purnomo dan Wabup Yuni Satiya Rahayu.

Keluar sidang, Rini lalu dikawal petugas kepolisian lalu masuk ke ruang ketua DPRD Sleman. Sampai sidang ditutup, Rini tetap berada di ruangan ini, yang dijaga sekitar 20 anggota Brimob Polda DIY bersenjata lengkap.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement