Kamis 21 Jul 2022 21:39 WIB

Jambore Pentahelix Diharapkan Jadi Cikal Bakal Penanganan Citarum Saat Perpres Berakhir

Jampe menjadi cikal bakal kemandirian semua pihak dalam menangani Citarum

Rep: arie lukihardianti/ Red: Hiru Muhammad
ambore Pentahelix (Jampe) Citarum Harum Juara perdana di Taman Edukasi Sektor 20, Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Rabu (20/7). 
Foto: istimewa
ambore Pentahelix (Jampe) Citarum Harum Juara perdana di Taman Edukasi Sektor 20, Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Rabu (20/7). 

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG--Tim Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai (PPK DAS) Citarum atau Satuan Tugas Citarum Harum menggelar Jambore Pentahelix (Jampe) Citarum Harum Juara perdana di Taman Edukasi Sektor 20, Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Rabu (20/7/2022). 

Gelaran perdana Jampe tersebut mengusung capaian Segmen Hilir dengan tema "Bersama Mewujudkan Citarum Harum Juara". Seluruh elemen pentahelix hadir, mulai dari jajaran TNI, Pemerintah Provinsi Jabar, Kabupaten Bekasi dan Karawang serta BBWS Citarum, unsur komunitas dan organisasi pemuda, perusahaan seperti PT Pupuk Kujang, akademisi dan lain-lain.

Baca Juga

Sejumlah kegiatan memeriahkan rangkaian acara Jampe perdana tersebut. Selain Ngobrolin Citarum (Ngonci) pentahelix Citarum Hilir, hadir pula edukasi warga dalam mengolah sampah dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Barat, tukar sampah dengan uang bersama Bank Sampah Bersinar, bazar sejumlah UMKM yang berasal dari DAS Citarum, Dialog Forum Pentahelix, serta penghijauan dan penebaran benih ikan. 

Menurut Ketua Harian Satgas Citarum Harum Mayjen (purn) Dedi Kusnadi Thamim, adanya Jampe menjadi cikal bakal kemandirian semua pihak dalam menangani Citarum selepas TNI tak terlibat Satgas lagi. Mengingat masa bakti mereka di Perpres 15/2028 hanya sampai 2025.               

"Acara Jampe segmen hilir ini sasaran utama dari kegiatan ini adalah seluruh stakeholder yang terdapat di dalam model kolaborasi pentahelix yaitu; akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah dan tingkat kabupaten/kota, provinsi, nasional dan internasional melalui kanal media sosial," ujar Dedi 

Dedi menilai, dengan terlibatnya seluruh stakeholder di kegiatan ini, maka momentum ini dapat dimanfaatkan sebagai kampanye untuk menunjukkan kepada masyarakat secara lebih luas sekaligus mempererat hubungan antarstakeholder. Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi milestone atau tolak ukur keberhasilan Program Citarum Harum dari waktu ke waktu. 

"Maksud dan tujuan diselenggarakannya acara Jambore Pentahelix ini adalah menyosialisasikan pencapaian Program Citarum yang sudah berjalan 4 tahun. Lalu pelaksanaan edukasi kepada masyarakat untuk mendukung terwujudnya gerakan Citarum Harum Juara di bagian hilir," katanya. 

Acara ini pun, kata dia, digelar untuk penguatan peran komunitas bersama stakeholder berbasis pentahelix dalam menjaga Citarum di bagian hilir."Dan yang terpenting adalah merumuskan langkah transisi setelah berakhirnya program Citarum Harum Juara pada 2025 melalui Forum Dialog Pentahelix," katanya.

Perwakilan pentahelix yang hadir pun, membubuhkan tanda tangan komitmen untuk menangani Citarum usai Perpres 15/2018 berakhir.  Melalui Jampe, Didi berharap dapat meningkatkan kesadaran semua pihak yang berada di DAS Citarum bagian hilir ini untuk terus semangat memastikan pencapaian sasaran kualitas air cemar ringan sebesar 60 poin pada tahun 2025. "Diharapkan juga pada acara Jampe, kan tadi terlihat banyak anak SD, akan meningkatkan kesadaran untuk lebih peduli pada lingkungan terutama untuk mengelola sampah pada sumbernya," katanya. 

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement