Kamis 29 Oct 2026 12:26 WIB

Singapura Siap Kerja Sama dengan Indonesia Tangani Karhutla

Indonesia-Singapura sepakat bentuk kerja sama melalui pembentikan satgas bersama.

Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir (kanan) dan Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan (kiri) memberikan pernyataan bersama usai pertemuan bilateral di Gedung Pancasila, Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Selasa (27/10/2026). Pertemuan bilateral tersebut untuk memperkuat koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dampaknya, termasuk membahas pembentukan satuan tugas bersama dan sejumlah bidang kerja sama lainnya.
Foto: EPA/MAST IRHAM
Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir (kanan) dan Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan (kiri) memberikan pernyataan bersama usai pertemuan bilateral di Gedung Pancasila, Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Selasa (27/10/2026). Pertemuan bilateral tersebut untuk memperkuat koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dampaknya, termasuk membahas pembentukan satuan tugas bersama dan sejumlah bidang kerja sama lainnya.

JAKARTA -- Menteri Luar Negeri (Menlu) Singapura Vivian Balakrishnan menyatakan pentingnya kerja sama langsung dengan Indonesia guna mengatasi kabut asap lintas batas. Salah satu bentuk kerja sama itu yakni melalui pembentukan satuan tugas (satgas) bersama.

“Anda tentu telah mendengar pengumuman kami kemarin mengenai pembentukan satuan tugas bersama. Hal itu merupakan pengakuan bahwa kabut asap adalah persoalan lintas batas yang membutuhkan respons bersama dan kolektif dari Indonesia maupun Singapura,” kata Menlu Vivian dalam wawancara bersama media yang dikutip di Jakarta, pada Kamis.

Baca Juga

Menlu Vivian mengatakan satgas tersebut bertujuan untuk memfasilitasi respons bersama, pertukaran informasi, serta sinergi agar kedua negara bertetangga dapat mencegah sejumlah perusahaan yang melakukan tindakan antisosial dan berbahaya serta dapat menyebabkan kebakaran hutan dan lahan.

“Kita juga dapat meminta pertanggungjawaban mereka dan melakukan upaya terbaik untuk memastikan persoalan ini tidak terulang kembali,” kata dia.

Vivian mengatakan persoalan kabut asap di Asia Tenggara telah berlangsung hampir tiga dekade dan berdampak langsung terhadap masyarakat, khususnya di Indonesia dan Singapura.

Menurut dia, meski penanganan masalah tersebut tidak terlepas dari dinamika politik, kedua negara perlu mengedepankan kerja sama untuk mencari solusi agar kabut asap tidak kembali berulang.

“Namun, dalam situasi seperti ini, sangat penting untuk terus mengupayakan solusi yang kooperatif, kolaboratif, dan konstruktif. Itulah yang menjadi fokus utama selama kunjungan ini," kata Vivian.

Vivian menyampaikan Singapura tengah menjajaki penguatan instrumen hukum dan kebijakan untuk memastikan para perusahaan bertanggung jawab serta semua pihak menjalankan kewajibannya.

 

 

sumber : Antara
Berita Lainnya

Rekomendasi