Kamis 29 Oct 2026 07:37 WIB

BHS Desak Evaluasi Besar-besaran Penanganan Karhutla

Pumice karhutla perlu dievaluasi untuk mengetahui siapa yang bertanggung jawab.

Petugas berupaya memadamkan kebakaran lahan di Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Ahad (18/10/2026).
Foto: ANTARA FOTO/Auliya Rahman
Petugas berupaya memadamkan kebakaran lahan di Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Ahad (18/10/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono (BHS) menyoroti kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia yang mencapai hampir 20 ribu titik pada tahun ini. Selain mengakibatkan kerugian besar, karhutla memicu ancaman kesehatan, keselamatan satwa, kerusakan tumbuhan yang berpotensi menjadi bahan obat-obatan dunia, hingga rumah penduduk dan korban jiwa.

Menurut BHS, kondisi itu perlu dievaluasi untuk mengetahui siapa yang bertanggung jawab. Dia menyebut, ribuan titik api di berbagai wilayah tidak bisa hanya diidentikkan dengan 32 pengusaha, terlebih kebakaran yang terjadi tersebut juga banyak berada di kawasan hutan Perhutani.

Berita Lainnya

Rekomendasi