JAKARTA — Iklan digital penjualan tiket penyanyi tenor asal Italia, Andrea Bocelli yang sedianya akan menyelenggarakan konser di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah pada Sabtu(31/10/2026), masih beredar. Penjualan tiket dan flyer konser Bocelli dalam rangka Tur Dunia Ulang Tahun ke-30 Romanza 2026 tersebut masih bisa diakses meski belakangan menuai penolakan dari publik, khususnya Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Lewat laman Injourney Destination - brand yang mengelola Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko - panitia mengungkapkan, konser tersebut akan menyajikan, “pengalaman musik yang hanya terjadi sekali seumur hidup, menampilkan salah satu penyanyi klasik paling terkenal di dunia, yang akan membawakan karya-karya opera abadi, lagu-lagu klasik Romanza, serta lagu-lagu crossover ikoniknya.”
Jika jadi dihelat, Indonesia disebut-sebut akan menjadi tuan rumah satu-satunya untuk pertamakali di Asia Tenggara. “Nikmati penampilan langsung Andrea Bocelli di Indonesia dalam rangka Tur Dunia Ulang Tahun ke-30 Romanza 2026,”ulas iklan tersebut.
Meski demikian, opsi pembelian tiket yang tersaji dalam iklan tersebut tidak bisa diakses. Saat ditanya apakah tiket tersebut masih dijual, call center Journey Destination meminta agar calon pembeli melengkapi data preorder tiket even Andrea Bocelli berupa nama, email, no telepon, Whatsapp, kategori tiket yang dibeli hingga jumlah tiket.
"Pemesanan melalui contact person mohon jangan melakukan spam karena kami akan membalas sesuai dengan urutan antrian,"ungkap call center tersebut melalui pesan whatsapp.
.
Penolakan MUI
Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan penolakannya terhadap rencana konser penyanyi tenor dunia Andrea Bocelli di Indonesia. MUI mendesak pemerintah segera mengumumkan keputusan terkait konser tersebut agar tidak menimbulkan ketidakpastian di tengah masyarakat, terutama menyangkut isu Palestina.
Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri Sudarnoto Abdul Hakim mengatakan, penolakan tersebut didasarkan pada temuan MUI mengenai keterlibatan Bocelli dalam penggalangan dana untuk Friends of Israel Defense Forces (Friends of IDF) pada 2010. Menurut dia, dana yang dihimpun dalam kegiatan tersebut didedikasikan untuk militer Israel.




