REPUBLIKA.CO.ID, TEPI BARAT — Penembakan di dekat pos pemeriksaan militer Israel di Hebron, Tepi Barat yang diduduki, dilaporkan melukai enam tentara Israel, dua di antaranya dalam kondisi kritis. Militer Israel menyatakan dua orang yang diduga terlibat dalam serangan tersebut tewas ditembak pasukannya.
Palestine Chronicle melaporkan pada Jumat (23/10/2026), insiden itu terjadi di dekat pos pemeriksaan di kawasan Hebron. Serangan tersebut memicu respons pasukan Israel yang kemudian melakukan operasi keamanan di sekitar lokasi.
Aksi baku tembak ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di seluruh wilayah Palestina, di mana para pemukim dan tentara Israel melakukan tindakan kekerasan yang sistematis. Serangan terhadap warga yang sedang memanen zaitun marak terjadi, dengan tingkat agresi yang terus meningkat menjelang pemilihan umum Israel pekan depan.
Sumber-sumber Israel melaporkan bahwa warga Palestina tersebut mengendarai mobil berpelat nomor Israel sebelum melepaskan tembakan ke arah tentara di dekat salah satu dari sekian banyak pos pemeriksaan militer di sekitar Hebron.
Saksi mata di lokasi kejadian mengatakan bahwa baku tembak berlangsung selama 20 menit, yang menyulitkan proses evakuasi korban. Gambar-gambar yang dibagikan oleh kantor berita AFP memperlihatkan seorang pria yang memegang pistol saat baku tembak terjadi, dan kemudian tampak terbaring di tanah dikelilingi oleh tentara Israel.
Menurut laporan tersebut, enam tentara Israel mengalami luka-luka dan dua di antaranya dilaporkan dalam kondisi kritis. Namun, laporan media lain menyebutkan jumlah korban luka yang berbeda. Associated Press (AP), misalnya, melaporkan sedikitnya lima orang terluka, beberapa di antaranya mengalami luka serius.
Militer Israel menyatakan pasukannya menembak mati dua orang yang dicurigai melakukan serangan bersenjata di dekat persimpangan yang dikenal sebagai Judea Junction. Pasukan Israel kemudian memperketat pengamanan dan melakukan pencarian untuk mengantisipasi kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.
Hingga laporan tersebut diterbitkan, identitas kedua orang yang tewas dan afiliasi mereka belum dijelaskan secara terperinci dalam laporan yang tersedia.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Tepi Barat yang diduduki Israel. Wilayah tersebut menjadi salah satu titik konflik berkepanjangan antara warga Palestina dan pasukan Israel, dengan operasi militer, penangkapan, serta kekerasan yang terus memicu ketegangan.
Pos pemeriksaan militer Israel merupakan bagian dari sistem pembatasan pergerakan warga Palestina di wilayah pendudukan. Keberadaan pos-pos tersebut kerap menjadi sumber perselisihan karena membatasi mobilitas warga Palestina di antara kota dan desa.
Kekerasan di Tepi Barat mendahului serangan pejuang Palestina dan balasan genosidal Israel di Gaza pada Oktober 2023. Sejak 2022, militer Israel telah meningkatkan operasi militer yang menewaskan ratusan warga Tepi Barat.
Selain operasi militer Israel, serangan oleh pemukim Israel terhadap warga Palestina juga menjadi persoalan yang terus mendapat sorotan.




