REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pelapor Khusus PBB untuk situasi hak asasi manusia di wilayah Palestina yang diduduki, Francesca Albanese, menyerukan keberanian masyarakat untuk menolak kehadiran mantan tentara Israel yang diduga terlibat dalam kejahatan di Gaza. Menurut dia, kepentingan pariwisata dan ekonomi tidak seharusnya menjadi alasan untuk mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan.
Albanese secara khusus menantang Indonesia, termasuk masyarakat di Bali yang menjadi salah satu tujuan wisata dunia, untuk menentukan sikap terhadap persoalan tersebut. Ia mempertanyakan apakah potensi kehilangan wisatawan harus membuat masyarakat menerima orang-orang yang diduga terlibat dalam kejahatan terhadap rakyat Palestina.
“Apakah pariwisata Indonesia akan dirugikan jika kita tidak mengakomodasi tentara yang tanpa sedikitpun penyesalan telah melakukan kejahatan di Gaza?” kata Albanese dalam wawancara seusai diskusi yang diselenggarakan Amnesty International Indonesia di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Ia mengakui, penolakan terhadap wisatawan tertentu berpotensi menimbulkan dampak ekonomi. Namun, menurut Albanese, masyarakat juga harus mempertimbangkan nilai-nilai yang mendasari keputusan mereka.
“Apakah kehilangan 1.000 atau bahkan 100 ribu wisatawan akan merusak perekonomian? Mungkin, ya. Tetapi bagi saya, nilai-nilai lebih penting daripada uang,” ujarnya yang akan mengunjungi Bali guna menghadiri Ubud Writers Festival tersebut.
Bagi Albanese, persoalan tersebut bukan semata-mata urusan pemerintah. Pelaku industri pariwisata, pemilik restoran, pengusaha, dan masyarakat juga memiliki pilihan untuk menentukan apakah mereka bersedia mengambil keuntungan dari orang-orang yang diduga terlibat dalam kejahatan internasional.
Ia mencontohkan situasi di Italia, negaranya, ketika masyarakat memasang spanduk bertuliskan, “Tidak ada tempat bagi genosida di sini.” Pesan tersebut, menurut dia, bermakna ketika dipasang secara terbuka di kawasan wisata maupun restoran.
Albanese menilai, sikap semacam itu dapat menjadi pernyataan publik bahwa tindakan yang melanggar nilai-nilai kemanusiaan tidak boleh diterima begitu saja.
“Menurut saya, ini adalah pilihan yang harus kita ambil,” katanya.
Albanese Ingin Kejahatan terhadap Palestina Berakhir
Albanese menegaskan, seruannya bukan bertujuan mendorong kebencian terhadap setiap warga Israel. Ia menginginkan perubahan agar kejahatan terhadap rakyat Palestina tidak kembali terjadi.
Ia mengatakan, orang-orang yang pernah bertugas di militer dan meyakini bahwa mereka menjalankan misi yang benar setidaknya perlu mendapat kesempatan untuk merefleksikan tindakan mereka, termasuk kemungkinan bahwa mereka telah melakukan kesalahan.
Menurut Albanese, sebagian tentara telah mengakui kesalahan dan kejahatan yang mereka lakukan serta mulai berupaya mengubah sistem. Ia juga menyinggung adanya tentara yang mengakhiri hidup setelah menyadari tindakan mereka terhadap rakyat Palestina.
“Saya tidak menginginkan itu. Saya menginginkan perubahan,” ujarnya.
Ia kemudian menyampaikan harapannya agar penderitaan rakyat Palestina tidak terus berulang.
“Saya ingin ini menjadi kejahatan terakhir yang diizinkan dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina. Saya ingin ini menjadi genosida terakhir yang dibiarkan terjadi oleh umat manusia,” kata Albanese.




