Senin 12 Oct 2026 19:40 WIB

Alumni UBSI Kampus Pontianak Agustami Sukses Berkarier sebagai Programmer di Rumah Sakit

Portofolio dan praktik menjadi bekal penting menuju dunia kerja.

Alumni UBSI Kampus Pontianak Agustami berkarier sebagai programmer di RS Anugerah Bunda Khatulistiwa Pontianak.
Foto: UBSI
Alumni UBSI Kampus Pontianak Agustami berkarier sebagai programmer di RS Anugerah Bunda Khatulistiwa Pontianak.

REPUBLIKA.CO.ID, PONTIANAK — Alumni Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Pontianak, Agustami, sukses mengembangkan karier di bidang teknologi informasi sebagai programmer di RS Anugerah Bunda Khatulistiwa Pontianak. Lulusan Program Studi (Prodi) Sistem Informasi Akuntansi tahun 2019 ini dipercaya menjalankan peran di bidang TI pada 2026 dengan tanggung jawab mengembangkan sistem informasi untuk mendukung operasional dan pelayanan rumah sakit.

Dalam pekerjaannya, Agustami bertanggung jawab mengembangkan dan memelihara aplikasi berbasis web yang menunjang administrasi, pelayanan pasien, pelaporan, serta kebutuhan internal rumah sakit. Ia juga melakukan analisis kebutuhan pengguna untuk menghasilkan solusi aplikasi yang efektif, responsif, dan mudah digunakan.

Baca Juga

Selain mengembangkan aplikasi, Agustami menangani pengelolaan dan integrasi database, pemeliharaan sistem, troubleshooting, debugging, serta pengujian aplikasi. Ia turut melakukan integrasi API, mengelola source code menggunakan Git, membantu proses deployment aplikasi ke server, serta memantau performa sistem agar tetap berjalan optimal.

Tanggung jawab tersebut juga mencakup penyusunan dokumentasi teknis, pemberian dukungan kepada pengguna internal, dan koordinasi dengan tim TI serta unit kerja terkait. Dalam menjalankan tugasnya, ia turut memperhatikan keamanan, kerahasiaan, dan integritas data sebagai bagian penting dalam pengelolaan sistem informasi rumah sakit.

Kuliah menjadi proses untuk bertumbuh

Bagi Agustami, pengalaman selama menempuh pendidikan di UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif bukan sekadar proses memperoleh nilai dan menyelesaikan studi, melainkan kesempatan untuk belajar, bertumbuh, serta membangun keterampilan yang berguna dalam menghadapi dunia profesional.

“Kuliah bagi saya bukan hanya tentang mengejar nilai dan menyelesaikan pendidikan, tetapi juga tentang proses belajar, bertumbuh, dan menemukan banyak hal baru,” ungkap Agustami.

Menurutnya, masa perkuliahan memberikan banyak pengalaman yang membentuk tanggung jawab, kedisiplinan, kemampuan bekerja sama, serta keberanian menghadapi tantangan. Berbagai persoalan yang ditemui selama kuliah juga menjadi kesempatan untuk meningkatkan kemampuan dan memperluas pemahaman di bidang teknologi informasi.

Ia menilai, salah satu pengalaman paling berharga adalah ketika ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dapat diterapkan dalam kehidupan nyata. Bekal pendidikan tersebut menjadi fondasi untuk terus mengembangkan kemampuan pemrograman sekaligus membentuk pola pikir yang mandiri dan bertanggung jawab.

Dorong mahasiswa aktif mengembangkan kompetensi TI

Berbekal pengalamannya memasuki dunia kerja, Agustami berpesan kepada mahasiswa UBSI agar memanfaatkan masa perkuliahan untuk mengembangkan kompetensi, memperluas relasi, dan mencari pengalaman sebanyak mungkin. Mahasiswa dapat mengikuti organisasi, kegiatan kampus, mengerjakan proyek, menjalani magang, hingga memperoleh pengalaman kerja sesuai kesempatan yang tersedia.

Khusus bagi mahasiswa yang menekuni bidang teknologi informasi, ia menekankan pentingnya belajar secara mandiri dan aktif mengeksplorasi perkembangan teknologi. Menurutnya, pemahaman teori perlu diimbangi dengan praktik agar mahasiswa mampu menghadapi kebutuhan industri yang terus berkembang.

“Teruslah belajar, berlatih membuat project, mencoba teknologi baru, dan membangun portofolio,” pesannya.

Agustami juga mengingatkan mahasiswa agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan selama proses belajar. Kesalahan dalam menulis program, tugas yang menantang, maupun keraguan dalam menentukan arah karier merupakan bagian dari proses yang dapat membantu seseorang berkembang apabila dihadapi dengan kemauan untuk terus belajar.

“Jangan hanya mengejar pertanyaan ‘nanti saya dapat kerja apa?’, tetapi mulai pikirkan juga ‘kemampuan apa yang harus saya miliki agar siap menghadapi dunia kerja?’” tambahnya.

Kisah Agustami menjadi gambaran bahwa perjalanan menuju dunia profesional membutuhkan lebih dari sekadar gelar akademik. Kemauan untuk terus belajar, meningkatkan keterampilan, membangun portofolio, dan berani menghadapi tantangan menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam mempersiapkan karier.

UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif terus berkomitmen membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan perkembangan industri digital. Perjalanan karier Agustami menjadi bukti pentingnya kemauan untuk terus belajar dan mengembangkan kompetensi agar mampu menghadapi tantangan dunia kerja, khususnya di bidang teknologi informasi.

Kisahnya diharapkan dapat memotivasi mahasiswa UBSI Kampus Pontianak untuk lebih aktif menggali potensi diri dan mempersiapkan masa depan karier sejak di bangku kuliah.

Berita Lainnya

Rekomendasi