REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan Menteri Luar Negeri Saudi saling berkontak membicarakan ketegangan yang terjadi antara Riyadh dan kelompok Houthi Yaman. Dalam percakapan lewat telepon tersebut, Iran menyampaikan rasa keprihatinan yang cukup mendalam atas ketegangan tersebut.
"Menteri Luar Negeri Iran menegaskan bahwa sikap bersikeras menggunakan pendekatan militer dengan mengabaikan solusi politik hanya akan semakin memperumit situasi saat ini," demikian pernyataan pemerintah Iran dalam sebuah unggahan di Telegram.
Araghchi juga menekankan bahwa krisis yang terjadi di kawasan tersebut tidak dapat dituntaskan dengan jalan militer. Republik Islam Iran, kata ia, siap untuk memberikan bantuan apa pun yang diperlukan guna memfasilitasi dialog antara Arab Saudi dan Yaman serta membantu tercapainya solusi politik.
Kelompok Houthi yang diketahui berafiliasi dengan Iran terus melancarkan serangan terhadap Arab Saudi. Pihak pemberontak menuduh koalisi pimpinan Saudi menerapkan blokade dan melancarkan serangan udara.
Pada Sabtu (10/10/2026) lalu, Houthi melancarkan serangan ke Bandara Saudi di Riyadh yang menewaskan 12 orang. Pada Ahad, Houthi kembali melancarkan serangan ke bandara King Khalid yang menewaskan satu orang dan 11 orang lainnya terluka
Otoritas tersebut mengidentifikasi korban tewas sebagai warga negara Pakistan. "Serangan itu mengakibatkan kerusakan materiil yang saat ini sedang dinilai," demikian bunyi pernyataan tersebut.
Lihat postingan ini di Instagram




